Sidrap, Katasulsel.com — Enam puluh enam tahun bukan waktu yang sebentar.
Selama lebih dari enam dekade, Pangkajene menjadi saksi perjalanan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Dari masa ketika pemerintahan daerah masih beranjak meninggalkan sistem swapraja, hingga menjadi kabupaten dengan wajah pemerintahan modern seperti sekarang.
Pangkajene resmi menjadi ibu kota Sidrap pada 18 Februari 1960.
Artinya, pada 2026 ini, sudah 66 tahun kota tersebut menyandang status sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Sidrap.
Namun, kisah Pangkajene tidak dimulai dari sebuah gedung pemerintahan.
Jauh sebelum papan nama kantor bupati berdiri, kawasan ini telah berada dalam bentang sejarah dua kerajaan Bugis: Sidenreng dan Rappang.
Dua kerajaan.
Dua wilayah yang kemudian dipertemukan dalam satu kabupaten.
Dan Pangkajene berada di tengah perjalanan sejarah itu.
Bukan Sekadar Pilihan di Atas Peta
Kabupaten Sidrap lahir melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi.
Sebelumnya, wilayah Sidenreng dan Rappang merupakan daerah swapraja yang berada dalam lingkungan pemerintahan Daerah Swatantra Tingkat II Parepare.
Ketika kemudian kedua wilayah tersebut disatukan menjadi Kabupaten Sidenreng Rappang, dibutuhkan sebuah pusat pemerintahan.
Pangkajene dipilih.
Pertimbangannya bukan semata-mata soal administrasi.
Letaknya dinilai strategis karena berada pada posisi yang menghubungkan kawasan bekas Swapraja Sidenreng dan Rappang.
Pangkajene menjadi titik temu.
Sebuah titik yang kemudian berubah menjadi pusat pemerintahan.
Pada 18 Februari 1960, momentum itu semakin kuat ketika dilakukan penyerahan kekuasaan dari pemerintahan swapraja kepada pemerintahan kabupaten yang baru.
H. Andi Sapada Mappangile kemudian tercatat sebagai bupati pertama Sidrap.
Sejak saat itu, perjalanan Pangkajene sebagai ibu kota resmi dimulai.
66 Tahun, Wajahnya Sudah Berubah
Enam puluh enam tahun tentu mengubah banyak hal.
Pangkajene yang dahulu menjadi bagian dari lanskap pemerintahan awal Sidrap kini telah berkembang menjadi kawasan perkotaan.
Pusat pemerintahan tumbuh.
Perdagangan bergerak.
Ruang publik bertambah.
Aktivitas masyarakat semakin beragam.
Bahkan kawasan ibu kota kemudian ditata melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Kawasan Ibu Kota Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pusat pemerintahan tidak lagi hanya dipahami sebagai satu titik.
Kompleks perkantoran pemerintah, termasuk Kantor Bupati, DPRD dan sejumlah organisasi perangkat daerah, berkembang di kawasan Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu.
Sementara kawasan Pangkajene di Kecamatan Maritengngae tetap menjadi salah satu denyut utama kegiatan ekonomi, perdagangan dan sosial masyarakat.
Dari Kerajaan ke Kabupaten
Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan Pangkajene.
Kota ini seolah menyimpan dua zaman sekaligus.
Di satu sisi, ia berada dalam ingatan sejarah kerajaan Bugis.
Di sisi lain, ia menjadi wajah pemerintahan modern Kabupaten Sidrap.
Perubahan itu berlangsung perlahan.
Dari Kerajaan Sidenreng dan Kerajaan Rappang.
Kemudian menjadi swapraja.
Lalu bergabung dalam Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dan Pangkajene menjadi titik administrasinya.
Karena itu, menyebut Pangkajene sebagai ibu kota Sidrap bukan sekadar menyebut nama sebuah kota.
Di dalamnya ada cerita tentang penyatuan dua wilayah, perubahan sistem pemerintahan dan perjalanan masyarakat Sidrap selama lebih dari setengah abad.
66 Tahun dan Masih Menjadi Pusat Cerita
Pada 2026, usia Kabupaten Sidrap telah melewati enam dekade.
Begitu pula perjalanan Pangkajene sebagai ibu kotanya.
66 tahun.
Waktu yang cukup panjang untuk menyaksikan pergantian bupati, perubahan wajah kota, pembangunan jalan dan gedung, hingga lahirnya generasi baru yang mungkin hanya mengenal Pangkajene sebagai pusat pemerintahan tanpa pernah mengetahui bagaimana kota itu dipilih.
Padahal, sejarahnya bermula dari sebuah kebutuhan sederhana: mencari titik yang dapat menyatukan dua wilayah yang memiliki sejarah panjang.
Pangkajene kemudian menjadi jawabannya.
Dan selama 66 tahun, kota itu tetap berdiri di sana—menjadi saksi bagaimana Sidrap tumbuh, berubah dan terus bergerak.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
