Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 418 Lihat semua

Jakarta, Katasulsel.com — Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara Nuzulul Qur’an yang digelar Masjid Istiqlal bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Program wakaf ini menjadi gerakan bersama untuk memperluas penyebaran Al-Qur’an sekaligus menghadirkan harmoni budaya melalui desain mushaf yang memadukan nilai keislaman dengan unsur seni iluminasi bernuansa Tionghoa. Mushaf tersebut diharapkan dapat menjadi simbol bahwa Islam tumbuh dan berkembang secara harmonis di tengah keragaman budaya Indonesia.

Ketua Panitia kegiatan, Mas’ud Halimin, menjelaskan bahwa peluncuran wakaf ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pesan universal Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Melalui launching Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa ini, kami ingin menghadirkan gerakan wakaf yang bukan hanya memperluas penyebaran mushaf Al-Qur’an ke berbagai daerah, tetapi juga menjadi simbol harmoni budaya. Keindahan iluminasi bernuansa Tionghoa dalam mushaf ini menunjukkan bahwa nilai Islam dapat berpadu dengan budaya secara damai dan saling memperkaya,” ujar Mas’ud Halimin.

Ia menambahkan bahwa gerakan wakaf tersebut juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an hingga ke pelosok negeri.

“Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, dan setiap kebaikan yang lahir dari mushaf tersebut akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Karena itu kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini—satu mushaf dari kita dapat menjadi cahaya ilmu bagi banyak orang,” katanya.

Momentum Nuzulul Qur’an tahun ini dinilai memiliki makna

yang lebih luas karena menegaskan nilai kebersamaan dalam keberagaman budaya. Peringatan ini menjadi jembatan harmoni antara dua entitas peradaban, yakni peradaban Nusantara dan peradaban Tionghoa, yang selama ini berkembang berdampingan di Indonesia.

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting untuk kembali menghidupkan nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai yang diajarkannya seperti kasih sayang, keadilan, persaudaraan, dan harmoni sosial merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang damai dan berkemajuan,” ujar Nasaruddin Umar.

Menurutnya, Indonesia yang memiliki keragaman budaya justru memiliki potensi besar untuk menampilkan wajah Islam yang inklusif dan harmonis.

“Keragaman budaya Nusantara adalah kekayaan yang harus dirawat. Ketika nilai-nilai Al-Qur’an bertemu dengan kearifan budaya lokal, maka lahirlah peradaban yang saling menghargai dan memperkuat persaudaraan,” lanjutnya.

Selain peluncuran program wakaf, rangkaian acara Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal juga akan diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif, seperti dialog kebudayaan, pertunjukan seni, hingga penampilan lukisan pasir yang mengisahkan sejarah Islam Tionghoa di Indonesia. Acara tersebut juga akan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang untuk memperkuat pesan harmoni peradaban.

Masjid Istiqlal berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi bagi kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan penuh persaudaraan. Melalui gerakan wakaf Al-Qur’an ini, cahaya ilmu diharapkan dapat terus menyebar, menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.