Jakarta, Katasulsel.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026), berlangsung meriah. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Prabowo Subianto bersama ribuan buruh dari berbagai daerah.

Momentum tahunan ini mendapat perhatian dari Anggota DPD RI periode 2019–2024, Andi Nirwana Sebbu. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih serius memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

“Buruh merupakan elemen vital dalam roda pembangunan nasional. Karena itu, negara wajib hadir memberikan perlindungan nyata terhadap hak-hak pekerja,” ujar Andi Nirwana, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, peringatan May Day harus menjadi momentum refleksi agar ke depan kaum buruh mendapatkan perhatian menyeluruh, baik dari sisi kesejahteraan, perlindungan hukum, maupun jaminan sosial yang layak.

Andi menilai berbagai persoalan masih membelit pekerja di Indonesia, mulai dari ketimpangan upah, minimnya perlindungan tenaga kerja informal, hingga tantangan dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Buruh adalah tulang punggung bangsa. Tanpa mereka, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, pemerintah harus memastikan adanya kebijakan konkret yang berpihak kepada pekerja,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo di tengah perayaan May Day di Monas. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa pemerintah membuka ruang dialog dengan kalangan pekerja. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kehadiran simbolik harus dibarengi langkah nyata.

“Buruh tidak hanya membutuhkan seremoni dan janji, tetapi bukti konkret berupa kepastian kerja, peningkatan kesejahteraan, pelatihan keterampilan, serta perlindungan terhadap hak-hak mereka,” tandasnya.

Andi Nirwana, yang merupakan politisi DPD RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra), berharap peringatan May Day tahun ini menjadi titik awal lahirnya kebijakan strategis yang mampu menciptakan hubungan industrial yang adil, harmonis, dan berkelanjutan di Indonesia.

“Selamat Hari Buruh Internasional 2026. Saatnya buruh Indonesia mendapatkan perhatian dan penghargaan lebih besar atas kontribusi mereka bagi bangsa,” pungkasnya. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita