JAKARTA — Debut Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026 menjadi sorotan dunia balap. Rider 17 tahun asal Gunungkidul ini memulai balapan dari grid ke-5 dan langsung menunjukkan mental juara sejak lap pertama.
Sejak start, Veda agresif menekan rombongan depan. Ia menjaga ritme, tidak terseret di tengah kerumunan, dan menunjukkan strategi slipstreaming yang cerdas. Menjelang lap 10–15, ia menempel ketat dua pembalap Spanyol, David Almansa dan Maximo Quiles, yang mendominasi di depan.
Lap 19 menjadi momen heroik. Dengan keberanian wheel-to-wheel, Veda menembus posisi tiga besar dan bahkan sempat menyalip ke posisi kedua, membuat penonton terkejut dengan agresivitas rookie ini. Sayangnya, tekanan dari rival di lap terakhir memaksa Veda sedikit mengendur. Ia akhirnya finis di posisi lima, hanya beberapa detik dari podium, sekaligus menegaskan diri sebagai rookie terbaik balapan tersebut.
Hasil Akhir Moto3 Thailand 2026:
| Posisi | Rider | Tim |
|---|---|---|
| 1 | David Almansa | Liqui Moly Dynavolt Intact GP |
| 2 | Maximo Quiles | Spanyol |
| 3 | Valentin Perrone | Argentina |
| 5 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia (Indonesia) |
Analisis performa Veda menunjukkan beberapa hal menonjol:
- Agresif sejak awal: Tidak takut menekan pembalap senior, mental juara sudah terlihat.
- Konsistensi lap time: Stabil di rombongan depan meski tekanan tinggi.
- Nyaris podium: Posisi kedua sementara menunjukkan potensi besar untuk balapan berikutnya.
- Rookie terbaik: Dari semua debutan, Veda finis paling tinggi, langsung memberi warna di papan atas.
Hasil ini bukan sekadar angka. Veda mencetak sejarah baru bagi Indonesia sebagai pembalap pertama yang langsung bersaing di papan atas Moto3 pada debutnya. Balapan ini menjadi bukti bahwa podium pertama Indonesia di Grand Prix bukan lagi mimpi.
Dengan performa wheel-to-wheel, slipstream yang tepat, dan agresivitas cerdas, Veda kini membidik GP Brasil (20–22 Maret 2026) sebagai kesempatan berikutnya. Jika konsistensi dan keberanian ini terus terjaga, podium bukan hal mustahil.
Veda Ega Pratama bukan sekadar rookie. Ia adalah bintang muda Indonesia yang siap mengguncang dunia balap, satu lap demi satu lap, di trek internasional. (*)







Tinggalkan Balasan