Sidrap, Katasulsel.com – Ada yang berbeda di Kabupaten Sidenreng Rappang beberapa hari ini. Bukan hanya soal panen atau harga gabah. Tapi karena kedatangan tamu penting dari pusat.
Yang datang bukan pejabat biasa. Ia adalah Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti.
Kunjungan itu bukan tanpa alasan. Data terbaru menunjukkan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap melaju paling cepat di Sulawesi Selatan.
Angkanya cukup mencolok. 7,71 persen.
Dalam peta ekonomi daerah, angka itu seperti mobil yang tiba-tiba masuk jalur cepat. Sidrap kini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel.
Statistik yang Turun ke Lapangan
Yang menarik, agenda kunjungan Kepala BPS RI tidak hanya berlangsung di ruang rapat.
Justru sebagian besar kegiatan dilakukan langsung di lapangan. Dari kawasan peternakan modern hingga area pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Sidrap.
Rombongan meninjau aktivitas produksi telur dan daging ayam, melihat penggilingan beras modern, hingga memantau aktivitas petani di sawah.
Pesannya sederhana namun kuat. Statistik bukan hanya angka di laporan. Ia lahir dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Sidrap Mesin Pangan Sulsel
Selama ini Sidrap memang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.
Pertanian padi, peternakan ayam petelur, hingga perdagangan hasil pertanian menjadi sektor yang paling dominan menggerakkan ekonomi daerah ini.
Tak heran jika pergerakan sektor pangan memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Lonjakan 7,71 persen pada tahun 2025 bahkan menjadi salah satu capaian tertinggi Sidrap dalam beberapa tahun terakhir.
Angka itu melampaui sejumlah daerah besar lain di Sulawesi Selatan.
Dari Pandemi ke
Jika melihat ke belakang, perjalanan ekonomi Sidrap tidak selalu mulus.
Pada masa pandemi beberapa tahun lalu, ekonomi daerah ini sempat mengalami tekanan seperti banyak daerah lain di Indonesia.
Namun perlahan grafiknya kembali naik.
Sektor pertanian dan peternakan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi tersebut.
Ketika produksi pangan meningkat dan distribusi berjalan lancar, roda ekonomi ikut bergerak.
Hingga akhirnya pada 2025, grafik pertumbuhan ekonomi Sidrap melonjak tajam.
Buka Puasa Bersama Ribuan Petani
Kunjungan Kepala BPS RI juga diisi agenda yang cukup unik dan dekat dengan masyarakat.
Salah satunya buka puasa bersama sekitar dua ribu petani di salah satu desa di Sidrap.
Selain itu juga dilakukan panen padi serta peluncuran program listrik masuk sawah.
Momentum itu memperlihatkan satu hal penting. Pertumbuhan ekonomi Sidrap tidak hanya terjadi di pusat kota.
Ia lahir dari desa-desa. Dari sawah, kandang ayam, hingga aktivitas perdagangan hasil pertanian.
Sidrap Sedang Melaju
Bagi pemerintah daerah, capaian ini menjadi sinyal bahwa strategi pembangunan yang berfokus pada sektor riil mulai menunjukkan hasil.
Penguatan sektor pertanian, dukungan pada peternakan modern, serta pengembangan ekonomi desa menjadi bagian dari strategi tersebut.
Hasilnya kini terlihat di angka statistik.
Dan ketika angka itu menyentuh 7,71 persen, Sidrap tiba-tiba menjadi sorotan.
Bukan karena sensasi. Tapi karena satu hal yang paling dicari setiap daerah.
Pertumbuhan ekonomi yang benar-benar bergerak dari bawah. (*)



Tinggalkan Balasan