SIDRAP β Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Pangsid tahun ini tak hanya diisi perkenalan guru dan lingkungan sekolah. Puluhan siswa baru juga mendapat “bekal khusus” untuk menghadapi salah satu ancaman terbesar generasi muda saat ini: penyalahgunaan narkoba.
Melalui program REHAT (Remaja Hebat Anti Narkoba), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidenreng Rappang memberikan edukasi pencegahan narkoba kepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pangsid, Kamis (16/7/2026).
Program tersebut diinisiasi oleh Keisya Ratu Rasiyah Akbar, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin yang tengah menjalankan pengabdian di Kelurahan Pangkajene, Kabupaten Sidrap.
Menurut Keisya, masa awal remaja merupakan periode penting yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk penyalahgunaan narkoba. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk membangun benteng perlindungan bagi generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai jenis narkoba, faktor risiko penyalahgunaan, cara kerja zat berbahaya tersebut di dalam tubuh, hingga dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial.
Tak hanya itu, peserta juga diajarkan cara mengenali dan menolak ajakan menggunakan narkoba yang kerap muncul melalui lingkungan pergaulan.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif mengikuti diskusi dan mengajukan pertanyaan seputar bahaya narkoba yang sering mereka dengar melalui media maupun lingkungan sekitar.
Menariknya, sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN terlebih dahulu berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Sidrap untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi remaja saat ini.
Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Sidrap, Muh. Fadly Saad Sikir, S.Pd., M.M., mengapresiasi langkah mahasiswa Unhas yang melibatkan BNN sejak tahap perencanaan program.
“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin yang sejak awal berkoordinasi dengan BNN. Dengan begitu, materi yang diberikan tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi penyalahgunaan narkoba yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara dunia pendidikan, mahasiswa, dan BNN menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat upaya pencegahan narkoba di kalangan remaja.
Program REHAT diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk keberanian untuk berkata “tidak” terhadap narkoba sejak usia sekolah.
Melalui sinergi antara Universitas Hasanuddin, BNN Sidrap, dan SMP Negeri 1 Pangsid, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan mampu menjaga diri dari ancaman narkoba yang terus mengintai kalangan remaja.
Bagi Sidrap, langkah kecil di ruang kelas ini bisa menjadi investasi besar untuk melahirkan generasi masa depan yang tangguh dan bebas narkoba.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
