Sidrap, Katasulsel.com – Nama Andi Takko masih melekat di Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Namanya digunakan sebagai nama lapangan dan jalan. Patung Andi Takko juga berdiri di Tanrutedong sebagai penanda sejarah lokal.

Di balik nama tersebut terdapat kisah seorang tokoh Tanrutedong yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam penelitian mengenai KH Abdul Muin Yusuf, Andi Takko disebut sebagai salah seorang pejuang dan disebut tewas dalam pembantaian Westerling di Tanrutedong.

Andi Takko, Tokoh dari Tanrutedong

Andi Takko berasal dari Tanrutedong dan merupakan keturunan arung atau bangsawan setempat. Putrinya, Andi Oja, tercatat dalam riwayat keluarga KH Abdul Muin Yusuf.

Penelitian mengenai Abdul Muin Yusuf menyebut Andi Takko sebagai salah seorang pejuang yang mempertahankan kemerdekaan. Sumber tersebut juga memuat keterangan keluarga mengenai kehidupan Andi Oja dan keluarganya di Tanrutedong pada masa revolusi.

Keterangan itu membuat nama Andi Takko tidak hanya muncul sebagai nama ruang publik, tetapi juga dalam catatan perjalanan salah seorang ulama penting asal Sidrap.

Ketika Westerling Beroperasi di Sulawesi Selatan

Peristiwa yang menimpa Andi Takko berlangsung dalam periode revolusi kemerdekaan ketika konflik antara Belanda dan kelompok yang mempertahankan Republik terjadi di berbagai daerah.

Di Sulawesi Selatan, pasukan yang dipimpin Raymond Westerling menjalankan operasi militer yang kemudian dikenal karena pembunuhan dan kekerasan terhadap penduduk sipil serta orang-orang yang dianggap terlibat dalam perlawanan.

Tanrutedong termasuk wilayah yang memiliki jejak peristiwa tersebut.

Dalam penelitian mengenai KH Abdul Muin Yusuf, keterangan yang dihimpun dari keluarga menyebut Andi Takko dibunuh dalam pembantaian Westerling di Tanrutedong. Sumber yang sama menyebut Andi Takko sebagai salah seorang pejuang yang mempertahankan kemerdekaan.

Detail mengenai proses kematiannya tidak dijelaskan secara memadai dalam sumber yang tersedia. Karena itu, informasi mengenai cara atau kronologi pembunuhannya tidak perlu ditambahkan.

Nama Andi Takko Diabadikan di Sidrap

Jejak Andi Takko kemudian hadir dalam sejumlah ruang publik di Tanrutedong.

Pemerintah Kabupaten Sidrap mencatat keberadaan Patung Andi Takko di Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue. Pada Desember 2020, pemerintah daerah melakukan renovasi terhadap patung tersebut. Bupati Sidrap saat itu menyebut patung Andi Takko sebagai salah satu ikon wilayah Sidrap bagian timur, khususnya Kecamatan Dua Pitue.

Sebelumnya, Pemkab Sidrap juga mencatat rencana pembangunan tugu di sekitar Lapangan Andi Takko Tanrutedong sekaligus renovasi patung tersebut.

Nama Andi Takko juga digunakan sebagai nama jalan. Data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat UPT SD Negeri 5 Tanrutedong beralamat di Jalan Andi Takko No. 13, Kalosi, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Lapangan Andi Takko Masih Digunakan

Lapangan Andi Takko tetap menjadi ruang publik masyarakat Tanrutedong.

Pada Juni 2025, Lapangan Andi Takko menjadi lokasi Pawai Hijratul Rasul tingkat Kecamatan Dua Pitue. Pemerintah Kabupaten Sidrap juga mencatat lapangan tersebut sebagai lokasi Sidrap Timur Berlari 2025 yang diikuti sekitar 1.500 peserta.

Pada Januari 2026, lapangan yang sama kembali digunakan untuk pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Sidrap masa bakti 2025–2030.

Nama Andi Takko dengan demikian tetap hadir dalam kehidupan masyarakat Tanrutedong. Ia tercatat dalam riwayat perjuangan kemerdekaan, sementara namanya masih digunakan pada patung, jalan, dan lapangan di wilayah Sidrap.