Sidrap, Katasulsel.com β€” Pengendara yang sudah lama mengantre BBM tentu paling tidak suka satu hal: sudah menunggu, tetapi tidak tahu apakah masih kebagian atau tidak.

Persoalan seperti itu kini menjadi perhatian Satgas BBM Kabupaten Sidenreng Rappang.

Satgas meminta seluruh SPBU di Sidrap lebih terbuka menyampaikan kondisi stok BBM kepada masyarakat.

Bukan hanya soal ada atau tidaknya BBM, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan kepada pengendara yang sedang mengantre.

Ada empat poin evaluasi yang disampaikan Satgas kepada pengelola SPBU.

Pertama, petugas nozzle diminta mengetahui kondisi stok BBM secara aktual.

Artinya, petugas yang berada di depan dispenser tidak boleh kehilangan informasi mengenai kondisi BBM yang tersedia di SPBU.

Kondisi stok harus menjadi acuan dalam memberikan pelayanan kepada pengendara.

Kedua, informasi stok BBM wajib disampaikan secara jelas.

SPBU diminta memperbarui informasi ketersediaan BBM melalui pengeras suara atau papan informasi.

Dengan begitu, pengendara tidak perlu menunggu terlalu lama hanya untuk mengetahui apakah BBM yang mereka cari masih tersedia.

Ketiga, petugas marshal diminta aktif memantau antrean.

Jumlah kendaraan yang mengantre perlu dihitung untuk memperkirakan apakah kendaraan tersebut masih memungkinkan mendapatkan BBM sesuai stok yang tersedia.

Keempat, komunikasi kepada pengendara harus dibuat sejelas mungkin.

Satgas menilai informasi yang transparan dapat mencegah pengendara kecewa setelah menunggu lama tetapi ternyata tidak mendapatkan BBM.

Kejelasan informasi juga diharapkan dapat mencegah potensi kecurangan dalam pelayanan.

10 SPBU Sudah Didatangi

Empat poin tersebut mengemuka dalam pengawasan intensif Satgas BBM Bersubsidi Sidrap terhadap sejumlah SPBU.

Pengawasan terpadu dilakukan sejak 8 September 2026 bersama Kepolisian Resor Sidrap dan Kodim 1420 Sidrap.

Dari total 11 SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidrap, Satgas telah mendatangi 10 SPBU.

Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah lokasi.

Namun, secara umum kondisi di lapangan masih terkendali dan pelayanan berlangsung lancar.

Satgas kini tidak hanya melihat persoalan dari sisi ketersediaan BBM.

Cara SPBU memberikan informasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian.

Sebab, dalam situasi antrean, informasi yang sederhana seperti “stok masih ada” atau “stok sudah tidak mencukupi” bisa menjadi penting bagi pengendara.

Dengan informasi yang jelas, masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya sebelum menghabiskan waktu terlalu lama di antrean.

Pengawasan Satgas BBM Sidrap pun masih berlanjut untuk memastikan pelayanan di seluruh SPBU berjalan sesuai kondisi stok dan kebutuhan masyarakat. (*)