Soppeng, Katasulsel.com — Kabupaten Soppeng mencatat babak baru dalam penguatan ekonomi daerah. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG), resmi menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui skema penjaminan proyek dan perlindungan usaha UMKM.
Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Branch Manager Askrindo Makassar, Danny Supriyanto Aditya, bersama Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, di Kantor Bupati Soppeng, Sulawesi Selatan.
Langkah ini menjadi penanda masuknya instrumen mitigasi risiko modern ke dalam ekosistem pembangunan daerah, baik pada proyek infrastruktur maupun sektor usaha mikro.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menyebut kerja sama ini sebagai bentuk “sabuk pengaman ekonomi” bagi Soppeng, terutama dalam menghadapi dinamika pembangunan yang semakin kompleks.
“Melalui penjaminan suretyship, kami memastikan setiap proyek pembangunan di Soppeng memiliki proteksi risiko yang kuat, baik proyek fisik maupun non-fisik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).
Tidak berhenti di sektor proyek, Askrindo juga masuk ke jantung ekonomi lokal: UMKM.
Melalui skema asuransi umum, pelaku usaha mikro di Soppeng akan mendapatkan perlindungan terhadap risiko kebakaran, gangguan usaha, hingga ketidakpastian operasional lainnya.
Menurut Budhi, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah yang harus diberi “tameng risiko” agar tetap tumbuh di tengah tekanan ekonomi.
“Dengan perlindungan ini, UMKM tidak lagi berdiri tanpa bantalan. Mereka punya safety net agar bisa naik kelas,” katanya.
Data ekonomi Soppeng memperkuat urgensi kolaborasi ini. Pada Triwulan IV-2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Soppeng tercatat mencapai Rp 4,37 triliun atas dasar harga berlaku, dan Rp 2,29 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Secara tahunan, ekonomi Soppeng tumbuh 5,05 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi sektor, pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor tersier yang tumbuh 6,61 persen, sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama dengan pertumbuhan 3,98 persen.
Branch Manager Askrindo Makassar, Danny Supriyanto Aditya, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari desain besar memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang lebih akuntabel.
“Kami melihat Soppeng sebagai daerah dengan fundamental ekonomi yang terus tumbuh. Dengan sistem penjaminan dan asuransi, kami ingin memastikan setiap rupiah pembangunan memiliki proteksi risiko,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Askrindo juga diharapkan memberi rasa aman bagi perbankan, kontraktor, dan pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan daerah.
“Ini bukan hanya soal proyek, tetapi soal keberlanjutan ekonomi daerah. Risiko harus dikendalikan agar pertumbuhan tidak rapuh,” katanya.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi dengan BUMN ini menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Ia menilai, dengan masuknya skema penjaminan dan asuransi, maka setiap proyek pembangunan di Soppeng akan memiliki standar keamanan finansial yang lebih kuat.
Sinergi ini juga diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan daya saing UMKM lokal, agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang di tengah kompetisi ekonomi yang semakin terbuka.
Dengan nilai PDRB yang telah menembus Rp 4,37 triliun dan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, Soppeng kini menempatkan diri sebagai salah satu daerah dengan fondasi ekonomi yang stabil di Sulawesi Selatan.
Melalui kerja sama ini, Askrindo dan Pemkab Soppeng berharap tercipta ekosistem pembangunan yang tidak hanya cepat tumbuh, tetapi juga terlindungi dari berbagai risiko yang bisa menghambat laju ekonomi daerah. (*)
