Soppeng, katasulsel.com — Di tengah ruang fiskal yang masih sempit dan ketergantungan terhadap dana pusat yang belum bisa dilepaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng tetap memasang target berani untuk tahun 2027.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Soppeng, Rabu (29/7/2026), Bupati H. Suwardi Haseng resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Yang menarik, Soppeng membidik pertumbuhan ekonomi hingga 6,12 persen, angka yang cukup ambisius di tengah tantangan fiskal yang diakui masih membayangi daerah.

“Ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih relatif tinggi, ruang fiskal daerah masih terbatas, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik terus meningkat,” kata Suwardi Haseng di hadapan peserta rapat paripurna.

APBD Soppeng 2027 Diproyeksi Rp950 Miliar

Dalam pemaparannya, Suwardi mengungkap gambaran besar APBD Soppeng 2027 yang akan dibahas bersama DPRD.

Sejumlah angka strategis langsung menjadi perhatian.

  • Pendapatan Daerah: Rp949,88 miliar
  • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp206,76 miliar
  • Pendapatan Transfer: Rp743,12 miliar
  • Belanja Daerah: Rp950,67 miliar
  • Penerimaan Pembiayaan: Rp30 miliar

Data tersebut menunjukkan bahwa sumber pendapatan terbesar Soppeng masih berasal dari transfer pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp743 miliar.

Target Besar Soppeng Tahun 2027

Selain APBD, Pemkab Soppeng juga memasang sejumlah target pembangunan yang cukup tinggi.

Di antaranya:

✅ Pertumbuhan Ekonomi: 4,83–6,12 persen

✅ Tingkat Kemiskinan: 5,84–6,19 persen

✅ Tingkat Pengangguran Terbuka: 2,67–2,95 persen

✅ PDRB Per Kapita: Rp82,97 juta–Rp83,89 juta

✅ Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 74,75–75,36 poin

Target tersebut menjadi indikator utama yang akan menentukan arah pembangunan Soppeng selama tahun anggaran 2027.

Soppeng Masih Bayar Utang Rp29 Miliar

Di balik target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Pemkab Soppeng juga masih harus menyelesaikan kewajiban keuangan daerah.

Tercatat, alokasi pengeluaran pembiayaan digunakan untuk:

  • Cicilan pokok utang Program PEN: Rp20,04 miliar
  • Pembayaran utang daerah: Rp9,16 miliar

Total kewajiban yang harus diselesaikan mencapai sekitar Rp29,2 miliar.

Jurus Suwardi Haseng: PAD Harus Naik

Menghadapi tantangan tersebut, Bupati Soppeng menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu kunci utama.

Pemkab, kata dia, akan memperkuat PAD, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan setiap program benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus melakukan penguatan PAD, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan setiap program dan kegiatan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Penyerahan KUA-PPAS 2027 ini menjadi langkah awal penyusunan APBD Soppeng tahun depan. Kini publik menunggu apakah target pertumbuhan ekonomi 6,12 persen yang dipasang Suwardi Haseng mampu diwujudkan di tengah ketergantungan transfer pusat yang masih mencapai Rp743 miliar. (*)

Topik Daerah:
SidrapWajoPinrangParepareBarruSoppengEnrekang
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini