Sidrap, katasulsel.com – Suasana pagi di jalur Trans-Sulawesi poros Pinrang-Rappang Sidrap, mendadak berubah mencekam, Rabu (24/6/2026).

Sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam tiba-tiba kehilangan kendali hingga keluar jalur dan menghantam pohon di depan kawasan SD 8 Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 09.00 Wita itu membuat warga sekitar berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Mobil dengan nomor polisi DW 1856 MG tersebut diketahui dikemudikan Ambo Intang (46), warga asal Kabupaten Wajo.

Saat kejadian, kendaraan tersebut membawa lima orang penumpang.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, mobil bergerak dari arah barat menuju timur sebelum akhirnya oleng ke sisi kanan jalan.

Dugaan sementara, kendaraan kehilangan kendali setelah pengemudi mengalami kelelahan dan mengantuk usai menempuh perjalanan jauh dari acara keluarga.

Kondisi jalan yang ramai membuat insiden tersebut sempat menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas.

Warga yang melihat kejadian langsung membantu mengevakuasi pengemudi dan para penumpang dari dalam kendaraan.

Seluruh korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Baranti untuk mendapatkan penanganan medis.

“Warga langsung membantu setelah melihat mobil menabrak pohon. Pengemudi dan penumpang kemudian dibawa ke puskesmas,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.

Tidak lama berselang, personel Polsek Baranti tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan sembari menunggu kedatangan Unit Laka Lantas Polres Sidrap.

Kanit Laka Lantas Polres Sidrap, Ipda Harilius, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut.

Ia mengatakan, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan awal, serta mengamankan situasi lalu lintas.

“Benar, personel kami sudah bergerak menuju lokasi TKP untuk menindaklanjuti informasi lakalantas tersebut,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.

Namun peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi pengendara yang melintas di jalur panjang Trans-Sulawesi agar memastikan kondisi tubuh tetap prima.

Sebab terkadang, perjalanan yang tampak biasa bisa berubah menjadi musibah hanya karena kehilangan fokus dalam hitungan detik. (*)