SIDRAP – Mudah lelah, sering pusing, mengantuk saat belajar, hingga sulit berkonsentrasi di kelas kerap dianggap hal biasa oleh sebagian remaja. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal anemia yang masih banyak ditemukan pada remaja putri.
Fenomena inilah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program SIGAP ANEMIA (Sinergi Gerakan Edukasi, Aksi Preventif Cegah Anemia) di SMP Negeri 4 Dua Pitue, Kelurahan Ponrangae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (21/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Unhas mengajak para siswi memahami bahaya anemia sekaligus pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Dalam edukasi yang berlangsung interaktif, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai apa itu anemia, penyebabnya, dampaknya terhadap kesehatan, hingga pengaruhnya terhadap kemampuan belajar dan aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa menjelaskan bahwa anemia bukan sekadar masalah kesehatan ringan. Kondisi kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, menurunkan konsentrasi, bahkan memengaruhi prestasi belajar.
Penanggung jawab kegiatan, Alifa Iqramia, mengatakan masih banyak remaja putri yang belum memahami pentingnya mencegah anemia sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran remaja putri bahwa anemia dapat memengaruhi kesehatan, konsentrasi belajar, dan produktivitas sehari-hari. Dengan memahami cara pencegahannya, diharapkan mereka lebih peduli terhadap pemenuhan gizi dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah,” ujarnya.
Tak hanya memberikan materi, mahasiswa KKN-PK Unhas juga membahas kesalahan yang masih sering dilakukan saat mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Banyak remaja belum mengetahui bahwa TTD sebaiknya diminum menggunakan air putih dan tidak bersamaan dengan teh atau kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.
Materi tersebut menjadi perhatian peserta karena berkaitan langsung dengan kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan.
Agar suasana tidak membosankan, edukasi dikemas melalui diskusi interaktif, sesi tanya jawab, kuis berhadiah, dan permainan edukatif yang membuat para siswi aktif berpartisipasi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak siswi mengajukan pertanyaan seputar anemia, pola makan sehat, hingga cara mengonsumsi Tablet Tambah Darah yang benar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan anemia pada remaja, mahasiswa juga membagikan Tablet Tambah Darah kepada seluruh peserta.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong kebiasaan konsumsi TTD secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Melalui program SIGAP ANEMIA, mahasiswa Unhas berharap para remaja putri di Sidrap tidak hanya memahami bahaya anemia, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menjaga asupan zat besi sejak dini.
Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

