Jakarta, katasulsel.com –– Ketika sebagian besar warga masih terlelap, tim gabungan kepolisian justru bergerak menyisir sejumlah titik rawan di Jakarta Utara. Hasilnya, tiga pemuda yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu diamankan dalam operasi patroli dini hari di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jumat (5/6) sekitar menjelang subuh.
Operasi yang awalnya merupakan patroli rutin untuk menjaga keamanan wilayah itu mendadak berubah menjadi pengungkapan kasus narkoba.
Petugas yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang ditemui di lokasi menaruh curiga terhadap gerak-gerik tiga pemuda tersebut. Saat dilakukan penggeledahan, kecurigaan itu ternyata bukan tanpa alasan.
Dari tangan mereka, polisi menemukan barang bukti yang diduga sabu, korek api, serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat berada di lokasi.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Henik Maryanto, mengatakan ketiga pemuda itu langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah diamankan di lokasi, mereka kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diserahkan kepada penyidik Satresnarkoba guna proses hukum selanjutnya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa peredaran narkoba masih terus mengintai lingkungan perkotaan, bahkan di jam-jam ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat.
Polisi menegaskan patroli kewilayahan akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus bentuk respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di tengah maraknya perang melawan narkoba, operasi seperti ini menjadi pengingat bahwa bandar dan pengedar tidak mengenal waktu. Saat kota tertidur, transaksi haram kerap mencari celah untuk bergerak.
Namun kali ini, sebelum sempat melangkah lebih jauh, tiga pemuda tersebut lebih dulu berhadapan dengan aparat yang sedang berpatroli.
Kasusnya kini masih dalam pendalaman polisi untuk mengungkap apakah ketiganya hanya pengguna, pengedar kecil, atau bagian dari jaringan yang lebih besar.(*)
