WAJO, Katasulsel.com — Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Wajo resmi dimulai dengan langkah awal yang simbolis namun penuh makna: Bupati Wajo, Andi Rosman, menjadi responden pertama dalam pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo, Selasa (16/6/2026).
Pendataan awal tersebut dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Wajo, Jalan Veteran, Sengkang, dipimpin langsung oleh Kepala BPS Wajo Andi Asia Hasan Basri bersama tim petugas sensus.
Agenda ini menandai dimulainya operasi besar pendataan ekonomi di Wajo yang melibatkan angka-angka strategis dalam skala daerah: 1 bupati sebagai responden awal, 414 petugas lapangan, dan sebaran kerja di 14 kecamatan.
Bupati Andi Rosman menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting dalam menyusun arah pembangunan daerah berbasis data yang akurat.
Ia menyebut, data ekonomi yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk masyarakat dan pelaku usaha.
“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Wajo untuk mendukung pelaksanaannya dengan memberikan data yang akurat dan jujur,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menekankan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ikut aktif menyukseskan pendataan yang mencakup seluruh sektor ekonomi di daerah.
Sebelumnya, Bupati Wajo juga secara resmi melepas 414 petugas Sensus Ekonomi 2026 dalam Apel Siaga di Lapangan Upacara Kantor Bupati Wajo, Senin (15/6/2026). Ribuan data akan dihimpun dari 14 kecamatan sebagai basis pemetaan ekonomi daerah.
Dengan dimulainya kegiatan ini, Badan Pusat Statistik Kabupaten Wajo menargetkan data yang lebih akurat, lengkap, dan dapat digunakan sebagai fondasi pembangunan ekonomi Wajo ke depan.(*)
