“Di era Deddi, layanan kependudukan cepat dan mudah”, ujar Henra.
Namun harus juga diakui, beberapa pejabat impor kala itu, justru mengecewakan. Realitasnya, dicopot. Biaya seleksi seakan sia-sia. Bila tenaga lokal dipromosi, mestinya memiliki kredibilitas. Bukan karbitan.
Sementara itu anggota DPRD fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Juangga Silaban menyebut, saatnya keran impor dibuka.
“Andai mengandalkan personel yang ada, sepertinya kualitasnya tak terlalu menonjol. Biasa-biasa saja”, kata Juangga.
Ditandaskan, PNS pendatang mesti memiliki kualitas jauh lebih baik dibanding yang ada. Jangan pula ada stigma titipan.
Beberapa figur handal telah meniti karir di daerah lainnya. Leonard Sihotang menjadi Inspektur Pemkab Pakpak Bharat dan Deddi Situmorang memilih mundur atau pindah.
“Dengar-dengar, inisial JR alumni IPDN bakal menyeberang”, kata Juangga.
Selain nama di atas, Roy Tumanggor mantan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dikukuhkan menjadi Kadis Pendidikan Pakpak Bharat. Dia merupakan alumi IPDN.(*)
