Penulis:
FAIZZATUL AMALIAH ARSYAD

Sidrap, katasulsel.com  – Perang melawan stunting tidak selalu dimulai di rumah sakit atau pusat kesehatan.

Kadang, langkah besar itu berawal dari sebuah ruang pertemuan sederhana di desa. Dari diskusi hangat antara ibu hamil, ibu menyusui, dan mahasiswa yang membawa misi pengabdian kepada masyarakat.

Suasana itulah yang terlihat di Aula Kantor BPD Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 menggelar program edukasi kesehatan bertajuk BUNDA CERDAS (Bunda Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi dan ASI Eksklusif), Sabtu (25/7/2026).

Program tersebut digagas oleh Faizzatul Amaliah Arsyad, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, sebagai upaya meningkatkan pemahaman ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, serta pencegahan stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Tema ini bukan tanpa alasan.

Stunting masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak yang lebih pendek dibanding seusianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas saat dewasa nanti.

Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini.

Bahkan sejak seorang ibu mengandung.

Sebanyak 18 ibu hamil dan ibu menyusui mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengikuti rangkaian program mulai dari pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, pembagian leaflet edukasi, hingga post-test sebagai evaluasi akhir.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam kesehatan ibu dan anak, mulai dari gizi seimbang selama kehamilan, manfaat ASI eksklusif, pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), konsep 1.000 HPK, hingga pembahasan berbagai mitos dan fakta yang masih berkembang di masyarakat terkait kehamilan dan menyusui.

Namun yang paling menarik bukan hanya materi yang disampaikan.

Melainkan antusiasme peserta.

Selama sesi berlangsung, para ibu aktif bertanya tentang pola makan yang tepat saat hamil, cara meningkatkan produksi ASI, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting sejak dini.

Diskusi berlangsung hidup.

Pengalaman pribadi para peserta juga menjadi bagian dari pembelajaran bersama.

Hasil evaluasi menunjukkan program ini memberikan dampak positif.

Sebanyak empat peserta atau 22,22 persen mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti edukasi. Sementara 13 peserta atau 72,22 persen berhasil mempertahankan nilai sempurna yang telah mereka raih sejak pre-test.

Hanya satu peserta atau 5,56 persen yang mengalami sedikit penurunan nilai.

Secara keseluruhan, 17 dari 18 peserta atau 94,44 persen memiliki tingkat pengetahuan yang tetap baik atau meningkat setelah mengikuti kegiatan.

Angka tersebut melampaui indikator keberhasilan program yang menargetkan minimal 80 persen peserta mengalami peningkatan atau mempertahankan pengetahuan yang baik.

Salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut.

Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini belum terjawab terkait kehamilan dan pemberian ASI.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya jadi lebih memahami pentingnya memenuhi gizi selama hamil dan manfaat ASI eksklusif untuk mencegah stunting. Materinya mudah dipahami dan menjawab banyak pertanyaan yang selama ini saya miliki. InsyaAllah saya akan menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama kehamilan dan nanti setelah bayi lahir,” ujarnya.

Program BUNDA CERDAS menjadi bukti bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya berbicara tentang bantuan pangan atau layanan kesehatan.

Pengetahuan juga menjadi senjata utama.

Sebab ibu yang memahami pentingnya gizi dan ASI eksklusif akan memiliki bekal lebih baik untuk melahirkan dan membesarkan generasi yang sehat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga ikut menanam investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Karena generasi yang sehat dan cerdas dimulai dari ibu yang teredukasi.

Dan langkah itu kini telah dimulai dari Desa Bila. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini