Sidrap, Katasulsel.com – Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga dipengaruhi kebiasaan hidup bersih dan kondisi sanitasi di lingkungan keluarga. Berangkat dari pemahaman tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar edukasi BUNDA SIGAP (Bunda Siaga Cegah Stunting) bagi ibu balita di Posyandu Cempaka IV, Kelurahan Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (22/7).

Program yang digagas Jessica Wednes Natalouisa, mahasiswa Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Hasanuddin, lahir dari hasil observasi lapangan dan diskusi bersama kader Posyandu yang menunjukkan masih adanya balita dengan risiko stunting di wilayah tersebut. Temuan itu mendorong penyelenggaraan edukasi yang tidak hanya membahas pemenuhan gizi, tetapi juga pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta sanitasi rumah tangga sebagai faktor yang turut menentukan tumbuh kembang anak.

Lebih dari 20 ibu balita mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memperoleh materi mengenai penyebab dan dampak stunting, faktor-faktor risiko yang memengaruhi pertumbuhan anak, penerapan PHBS, pentingnya sanitasi rumah tangga, hingga penyusunan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang bergizi, higienis, dan sesuai dengan usia anak.

Untuk memudahkan peserta memahami materi, edukasi dilengkapi dengan poster “Isi Piringku MPASI” yang mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Media tersebut digunakan sebagai panduan praktis bagi para ibu dalam menyusun menu MPASI bergizi seimbang menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Jessica Wednes Natalouisa mengatakan bahwa stunting merupakan persoalan yang harus dicegah sejak dini melalui peningkatan pengetahuan keluarga, khususnya ibu sebagai pengasuh utama anak.

“Banyak orang menganggap stunting hanya berkaitan dengan kurang makan. Padahal, pola asuh, kebersihan lingkungan, sanitasi, hingga cara menyiapkan MPASI juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Melalui BUNDA SIGAP, kami ingin para ibu memiliki bekal pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, peserta mengikuti pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah kegiatan berakhir. Selain itu, mahasiswa membagikan leaflet sebagai media belajar mandiri yang dapat dibawa pulang, serta memasang poster edukasi di Posyandu Cempaka IV agar informasi mengenai pencegahan stunting tetap dapat diakses masyarakat setelah kegiatan selesai.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu aktif berdiskusi mengenai pemberian MPASI, kebiasaan hidup bersih di rumah, hingga cara memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui Program BUNDA SIGAP, Mahasiswa KKN-PK Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin berharap kesadaran keluarga terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap