Penulis
Alyssa Amelia

SIDRAP β€” Sebanyak 37 warga Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, berkumpul mengikuti pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit kronis. Mereka bukan datang karena wabah, melainkan karena dua penyakit yang sering disebut sebagai ancaman kesehatan terbesar saat ini: diabetes melitus dan hipertensi.

Kegiatan tersebut digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program SEHATI (Sehat Tanpa Diabetes Melitus Melalui Penerapan Pola Hidup Sehat) yang dipadukan dengan kegiatan Prolanis.

Menariknya, kegiatan tidak hanya berisi penyuluhan. Warga terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tekanan darah, pengukuran lingkar perut, berat badan, hingga pemantauan kesehatan rutin lainnya.

Suasana semakin semarak ketika peserta diajak mengikuti senam sehat bersama. Namun di balik keceriaan tersebut, tersimpan pesan serius.

Mahasiswa KKN Unhas mengingatkan bahwa diabetes dan hipertensi sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah muncul komplikasi seperti stroke, serangan jantung, gangguan ginjal, hingga kebutaan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa penyakit ini bisa dicegah. Kuncinya ada pada pola hidup sehari-hari,” ujar penanggung jawab program, Alyssa Amelia.

Dalam sesi edukasi, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya konsumsi gula berlebihan, pentingnya aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, menghentikan kebiasaan merokok, hingga rutin memeriksakan kesehatan.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Poskesdes Tonrong Rijang, Pustu Tonrong Rijang, dan Puskesmas Baranti.

Kepala Pustu Tonrong Rijang, Hj. Mannasia, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Diabetes dan hipertensi semakin sering ditemukan. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sebelum terlambat,” katanya.

Bagi mahasiswa Unhas, kegiatan ini bukan sekadar memenuhi program KKN. Mereka ingin menanamkan kesadaran bahwa kesehatan tidak hanya dimulai dari rumah sakit, tetapi dari kebiasaan sehari-hari.

Melalui program SEHATI, mahasiswa berharap masyarakat Sidrap semakin memahami bahwa diabetes dan hipertensi bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. Keduanya berkembang perlahan dan sering tanpa tanda-tanda, sehingga pencegahan menjadi langkah paling penting.

Di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular di berbagai daerah, langkah kecil yang dilakukan di Desa Tonrong Rijang ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah investasi yang tidak bisa ditunda.

Karena di Sidrap, ancaman terbesar saat ini bukan hanya penyakit yang terlihat, tetapi juga penyakit yang datang diam-diam. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap