Penulis:
Gagahasta Kama Tasaswa

Barru, katasulsel.com β€” Banyak warga merasa sehat. Masih ke kebun. Masih ke sawah. Masih ikut kegiatan desa.

Tetapi tekanan darah tinggi, kolesterol, gula darah, dan asam urat sering datang tanpa tanda.

Itulah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin saat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Kamis (6/8/2026).

Program tersebut bukan sekadar pemeriksaan rutin.

Mahasiswa mencoba memutus kebiasaan masyarakat yang baru memeriksakan kesehatan setelah muncul keluhan serius.

Sejak pagi, Aula Kantor Desa Jangan-Jangan dipadati warga, terutama kelompok lanjut usia. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari senam otak hingga pemeriksaan kesehatan lengkap.

Tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat menjadi fokus pemeriksaan.

Yang menarik, kegiatan tidak berhenti pada angka-angka hasil pemeriksaan.

Mahasiswa juga melakukan penilaian kemampuan fisik lansia menggunakan metode Time Up and Go Test (TUGT) dan Five Times Sit-to-Stand Test (5Γ—STS) untuk melihat keseimbangan tubuh, kekuatan otot, mobilitas, hingga risiko jatuh.

Bagi banyak lansia, risiko jatuh sering dianggap sepele.

Padahal satu kali jatuh dapat mengubah kualitas hidup seseorang secara drastis.

Karena itu, pemeriksaan kemampuan bergerak menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Camat Pujananting yang juga Plt Kepala Desa Jangan-Jangan, H. Sabirin, menilai kegiatan itu menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini jarang mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Menurutnya, banyak warga yang belum menyadari kondisi kesehatannya karena merasa masih mampu beraktivitas sehari-hari.

“Melalui pemeriksaan seperti ini masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga dapat melakukan pencegahan maupun penanganan lebih cepat,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan edukasi langsung kepada peserta.

Materinya sederhana tetapi penting: menjaga pola makan, mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular, aktif bergerak, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena masyarakat tidak hanya mengetahui hasil pemeriksaan, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan setelahnya.

Bagi Kabupaten Barru yang terus menghadapi tantangan penyakit tidak menular di masyarakat, kegiatan semacam ini menjadi alarm sekaligus solusi.

Alarm karena banyak penyakit kronis berkembang tanpa gejala.

Solusi karena deteksi dini terbukti menjadi cara paling murah dan paling efektif untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK Unhas ingin menunjukkan bahwa kesehatan tidak selalu dimulai dari rumah sakit.

Kadang dimulai dari satu pemeriksaan sederhana di desa.

Dan dari satu kesadaran kecil untuk mengetahui kondisi tubuh sendiri sebelum penyakit datang lebih dulu. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Barru hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Barru terbaru di sini