Sidikalang, Katasulsel — Sebanyak 96 siswa SMA Katolik St Petrus Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara memperoleh kursi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Sekolah, Manotas Situmorang, Selasa (26/5/2026).
βData sementara, sebanyak 96 orang diterima di PTN jalur SNBTβ, kata Manotas.
Peserta didik tersebut tersebar di sejumlah kampus. Diantaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Politeknik Negeri Medan (Polmed), Universitas Brawijaya (Unbraw) dan Universitas Airlangga (Unair).
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Manotas menyebut beberapa nama. Fransiska Florensia Simanjuntak meraih kursi di Kedokteran Hewan Unair, Jeremia Putra Pahotan Sinaga (Teknik Sipil USU), Mei Rolasdo Simalango (Manajemen USU), Zoe Azario Junior Bancin (Akuntansi Unbraw).
Selanjutnya Rona Martnus Sitinjak (Teknik Konversi Enwergi βPolmed), Steven Okto Delfana Sihombing (Teknik-ITB) dan Namomi Monalisa Simamora (Kedokteran Universitas Palangkaraya).
Manotas mengungkap, sesungguhnya, siswa binaan mereka, umumnya sisa eliminasi dari sekolah negeri.
βDominan peserta didik kami adalah pelajar yang tidak lolos ke SMA Negeri. Istilkah orang Batak, lobi ni pamiaran ma (bekas tampi)β, kata Manotas.
Pun begitu, berbagai upaya harus dilakukan untuk membangkitkan potensi. Igembleng keras. Salah satunya berupa bimbingan sore. Kalau disentuh dari hati, mudah-mudahan kemampuan bisa digali. Hasilnya, cukup lumayan. Kepercayaan masyarakat tumbuh terus.
βKursi ITB juga kita raihβ, ujar Manotas yang juga petani ini.
Manotas menuturkan, sangat memahami beban biaya dikeluarkan orang tua siswa. Uang sekolah misalnya, Rp400 ribu per bulan, Itu, belum lagi uang pembangunan kala awal masuk Rp1 juta. Sementara, status ekonomi masyaraat, belum tentu memadai. Namun demi masa depan anak, mereka rela merogoh duit. Kerja keras bertahan terik dan mandi hujan serta menembus kabut di ladang.
Ditambahkan, lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP, jumah pelajar dapat kursi sebanyak 18 siswa.
βKami punya tanggung jawab besar kepada orang tuaβ, tandas Manotas.
