Enrekang, Katasulsel.com ā Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang secara resmi menutup kegiatan Rapid Work Collection (RWC) yang digelar sejak 7 Oktober 2026. Penutupan kegiatan berlangsung di Villa Lasaran, Kalimbua Kalosi, Kecamatan Alla, Kamis (29/10).
Kegiatan RWC merupakan program kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Enrekang dengan Yayasan Sulu dari Finlandia. Tujuan utama kegiatan ini adalah pelestarian Bahasa Duri dengan melakukan pendataan dan pembuatan Kamus Bahasa Duri, sebagai upaya mempertahankan dan mengembangkan bahasa daerah yang memiliki nilai budaya tinggi.
Selain Finlandia, kegiatan ini juga melibatkan peneliti dan ahli bahasa dari Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand yang turut memberikan kontribusi penting. Adapun para peneliti dan pemilik Yayasan Sulu yang hadir adalah Kevin Duane Warfel dan Thomas Victor Laskowske (USA), Kari Juhani Valkama dan Susanne Elisabeth (Finlandia), serta Levi Cirilo Cruz (Filipina).
Hadir dalam penutupan kegiatan delapan Camat dari wilayah Kabupaten Enrekang, yaitu Camat Alla, Anggeraja, Baraka, Malua, Buntu Batu, Baroko, Masalle, dan Curio. Setiap kecamatan juga mengirimkan empat perwakilan yang mahir dalam Bahasa Duri asli, sebagai bagian dari pendukung kegiatan pelestarian ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Enrekang, Erik, SIP.MM, menyampaikan pernyataan pada acara tersebut:
āPenutupan Rapid Work Collection hari ini bukanlah akhir, tetapi awal dari komitmen kita bersama untuk mempertahankan Bahasa Duri. Kamus yang sedang kita susun akan menjadi warisan budaya yang tak ternilai, tidak hanya untuk masyarakat Enrekang, tetapi juga generasi masa depan.ā
Indra Audi Putra, SE.MM, Kepala Bidang Kebudayaan, menambahkan:
āKita bangga dapat bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya Yayasan Sulu yang telah menghadirkan pakar bahasa dari berbagai negara. Hal ini memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah dan memperkaya khazanah kebudayaan kita.ā
Syalom Yeremia, seorang ahli bahasa asal Tana Toraja yang turut mendampingi kegiatan ini, menegaskan pentingnya kolaborasi antarkebudayaan:
āBahasa adalah akar identitas kita. Dengan kegiatan seperti RWC, kami harap Bahasa Duri tetap hidup dan digunakan oleh masyarakat luas, serta menjadi jembatan antar generasi dan budaya.ā
Kegiatan Rapid Work Collection yang dimulai tanggal 7 Oktober 2026 ini telah berjalan selama hampir satu bulan dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat serta akademisi. Penutupan di Villa Lasaran mengakhiri proses pengumpulan data bahasa yang intensif, dan akan dilanjutkan dengan penyusunan kamus lengkap Bahasa Duri.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang berharap hasil dan dampak dari kegiatan ini mampu mendorong pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia linguistik di Indonesia.(FungFi)
