Enrekang, Katasulsel.com β Kampus tidak hanya membutuhkan ruang kuliah, dosen, dan mahasiswa. Di balik aktivitas akademik, ada urusan administrasi, pembayaran pendidikan, pengelolaan keuangan, hingga kebutuhan mahasiswa yang menuntut layanan semakin praktis.
Di titik itulah Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menjalin kemitraan dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Kedua pihak menandatangani kesepakatan bersama pada Selasa (27/10/2026), dengan cakupan kerja sama layanan perbankan dan pengembangan program pendidikan untuk lima tahun ke depan.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Rektor UNIMEN, Dr. Drs. H. Syawal Sitonda, M.Ag., bersama Andi Nuratika, Pgs. Regional Area Head Area Sulawesi Selatan Barat BNI.
Kerja sama ini membuka ruang bagi UNIMEN untuk mengintegrasikan sejumlah kebutuhan keuangan kampus dengan layanan perbankan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah pengelolaan pembayaran biaya pendidikan mahasiswa melalui sistem cash management.
Jika diterapkan secara optimal, sistem tersebut berpotensi membuat administrasi pembayaran lebih tertata dan memudahkan proses pencatatan transaksi. Pengelolaan gaji dosen serta tenaga kependidikan juga masuk dalam cakupan kerja sama, termasuk pemanfaatan layanan digital BNI Direct.
Bagi perguruan tinggi, urusan semacam ini mungkin tidak selalu terlihat di ruang kelas. Namun, kelancaran administrasi keuangan merupakan salah satu penopang operasional kampus. Sistem yang lebih terintegrasi dapat membantu mengurangi proses manual dan meningkatkan efisiensi layanan.
Rektor UNIMEN, Syawal Sitonda, menilai kemitraan tersebut sebagai langkah strategis untuk memanfaatkan layanan perbankan modern dalam menunjang kinerja perguruan tinggi.
Ia berharap kerja sama itu tidak hanya memperkuat layanan administratif, tetapi juga membuka kesempatan kolaborasi yang mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
βKesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam memanfaatkan layanan perbankan modern untuk menunjang kinerja kampus dan membuka kesempatan kemitraan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,β ujarnya.
Namun, kerja sama UNIMEN dan BNI tidak berhenti pada pembayaran kuliah maupun pengelolaan keuangan. Ada pula rencana integrasi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dengan uang elektronik TapCash, yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan transaksi dan aktivitas mahasiswa.
Di sisi lain, BNI juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang dan praktik kerja lapangan. Kesempatan ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus memahami praktik layanan perbankan secara langsung.
Andi Nuratika menegaskan, BNI berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui layanan perbankan inovatif dan program kemitraan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa serta sivitas akademika UNIMEN.
βBNI berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui layanan perbankan inovatif serta program kemitraan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Enrekang,β katanya.
Ruang kolaborasi lainnya mencakup dukungan terhadap riset di bidang ekonomi syariah, perbankan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kedua pihak juga membuka peluang kegiatan pengabdian masyarakat serta edukasi literasi keuangan bagi mahasiswa dan komunitas lokal.
Aspek ini memberi dimensi berbeda pada kerja sama tersebut. Kampus memiliki sumber daya akademik untuk mengembangkan penelitian, sedangkan perbankan memiliki pengalaman dalam layanan keuangan dan aktivitas ekonomi. Kolaborasi keduanya berpotensi menghasilkan kegiatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, nilai sebuah kesepakatan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang tercantum dalam dokumen. Ukuran berikutnya adalah pelaksanaan: sejauh mana layanan benar-benar memudahkan mahasiswa, apakah kesempatan magang dapat diakses secara nyata, dan bagaimana hasil kolaborasi riset maupun pengabdian masyarakat dirasakan oleh publik.
Kesepakatan UNIMEN dan BNI berlaku selama lima tahun sejak 27 Oktober 2026. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menerjemahkan rencana kerja sama menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.
Bagi UNIMEN, kemitraan ini menjadi peluang memperkuat tata kelola layanan kampus sekaligus memperluas hubungan dengan dunia industri. Bagi mahasiswa, manfaat yang diharapkan tidak sebatas kemudahan transaksi, tetapi juga terbukanya akses pengalaman kerja dan pengembangan kompetensi.
Pada akhirnya, kolaborasi perguruan tinggi dan perbankan akan menemukan arti pentingnya ketika manfaatnya terasa dalam kegiatan sehari-hari. Administrasi yang lebih efisien, mahasiswa yang memperoleh pengalaman profesional, serta riset yang memberi kontribusi bagi masyarakat menjadi sejumlah tolok ukur yang layak diperhatikan dalam perjalanan kemitraan ini. (FungFi)
