Faturrahman Abdurrasid Korosa
Sidrap, katasulsel.com – Banyak penyakit tidak menular datang tanpa gejala.
Tekanan darah tinggi, diabetes, hingga berbagai gangguan kesehatan lainnya sering kali baru diketahui setelah kondisinya memburuk.
Karena itulah deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Kesadaran itulah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Posko Desa Tonrong Rijang berkolaborasi dengan Puskesmas Baranti menghadirkan Program PERIKSA (Program Skrining Kesehatan Masyarakat) bagi warga setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah dijalankan di wilayah kerja Puskesmas Baranti.
Pelaksanaan program berlangsung selama tiga hari, yakni pada 22, 25, dan 26 Juli 2026, dengan menyasar masyarakat di Dusun Tonrong Rijang dan Dusun Mattonrong Salo, Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Hari pertama kegiatan dipusatkan di Kantor Desa Tonrong Rijang dan diperuntukkan bagi warga Dusun Tonrong Rijang.
Sementara pada hari kedua dan ketiga, tim pelayanan kesehatan mendatangi Dusun Mattonrong Salo dengan memanfaatkan rumah warga sebagai titik pelayanan agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan kesehatan.
Strategi jemput bola tersebut terbukti efektif.
Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 133 warga mengikuti program skrining kesehatan yang diselenggarakan secara gratis.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan.
Warga datang untuk memeriksa kondisi kesehatannya sekaligus berkonsultasi dengan tenaga medis yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Berbagai layanan kesehatan disediakan, mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar gula darah.
Khusus pada hari pertama, peserta juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter serta memperoleh obat sesuai indikasi medis berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Bagi sebagian warga, layanan ini menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang selama ini belum pernah diperiksa secara menyeluruh.
Koordinator Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Baranti, Arnita, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa membantu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan layanan skrining.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di wilayah kerja Puskesmas Baranti. Kehadiran mahasiswa KKN-PK membantu memperluas jangkauan layanan skrining sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah awal mendeteksi penyakit sejak dini.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN-PK Universitas Hasanuddin Posko Desa Tonrong Rijang, Faturrahman Abdurrasid Korosa, menjelaskan bahwa Program PERIKSA dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan berbasis promotif dan preventif.
Menurutnya, banyak penyakit tidak menular sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan apabila faktor risikonya diketahui lebih awal.
“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga dapat segera melakukan tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko maupun gangguan kesehatan,” katanya.
Lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan, Program PERIKSA juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, Puskesmas Baranti, dan Pemerintah Desa Tonrong Rijang ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri.
Dibutuhkan sinergi berbagai pihak agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama di tingkat desa.
Melalui Program PERIKSA, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membantu membangun budaya deteksi dini penyakit.
Sebab kesehatan yang baik bukan hanya soal pengobatan ketika sakit, melainkan juga tentang kesadaran untuk memeriksa diri sebelum penyakit datang lebih jauh.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
