Makassar, Katasulsel.com — Mencegah penyakit tidak selalu harus dimulai dari puskesmas atau ruang periksa dokter. Ada langkah sederhana yang bisa dilakukan dari rumah: menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan benar, dan memastikan air limbah tidak menjadi sumber masalah kesehatan.

Pesan inilah yang dibawa Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Hasanuddin (Unhas), saat menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar, Sabtu (24/10/2026).

Bertempat di Aula Marine Station Universitas Hasanuddin, kegiatan tersebut dikemas melalui edukasi visual dan permainan interaktif. Tujuannya, membantu masyarakat memahami hubungan antara kondisi lingkungan dan risiko penyakit dengan cara yang lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini mengangkat tema pemberdayaan masyarakat melalui literasi kesehatan lingkungan untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Alih-alih hanya mendengarkan paparan panjang, peserta diajak berpindah dari satu pos edukasi ke pos lainnya, mempelajari persoalan lingkungan, kemudian menguji pemahaman melalui permainan kelompok.

Materi edukasi dibagi menjadi empat pos utama. Masing-masing membahas persoalan yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan, yakni pengendalian vektor, penyakit berbasis lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengelolaan air limbah rumah tangga.

Pada setiap pos, peserta memperoleh penjelasan dari pendamping edukator dengan bantuan leaflet. Sistem rotasi diterapkan agar seluruh peserta berkesempatan mengikuti setiap materi secara terstruktur.

Pendekatan ini membuat persoalan kesehatan lingkungan tidak berhenti sebagai istilah akademik. Peserta diperkenalkan pada berbagai faktor risiko yang dapat ditemukan di sekitar tempat tinggal, sekaligus langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam keseharian.

Pengendalian vektor, misalnya, berkaitan dengan upaya mengurangi tempat perkembangbiakan serangga pembawa penyakit. Sementara pengelolaan sampah dan air limbah yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi risiko pencemaran.

Bagi masyarakat yang hidup di wilayah pulau, pemahaman mengenai persoalan tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sesuai kondisi lingkungan setempat.

Ada cara lain yang digunakan tim FKM Unhas untuk membuat edukasi lebih menarik: permainan bongkar-pasang poster.

Peserta bekerja dalam kelompok untuk menyusun poster yang memuat pesan kesehatan lingkungan. Aktivitas tersebut mendorong mereka berdiskusi, bekerja sama, dan memahami informasi melalui proses yang lebih partisipatif.

Suasana kegiatan juga dihidupkan melalui kuis individu berhadiah dan permainan penyegar suasana. Kelompok yang berhasil menyelesaikan permainan poster mendapat apresiasi dari panitia.

Sebelum dan sesudah edukasi, peserta mengikuti pre-test dan post-test. Kedua tahapan tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran awal pengetahuan peserta dan mengevaluasi kembali pemahaman setelah menerima materi.

Meski demikian, peningkatan pengetahuan yang terukur tetap memerlukan hasil evaluasi untuk memastikan seberapa besar perubahan pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung.

Kegiatan dibuka Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas, Dr. Erniwati Ibrahim, SKM., M.Kes., didampingi H. Nurcaya yang mewakili Kepala Kelurahan Barrang Lompo.

Lima dosen Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas turut terlibat, yakni Prof. Hasanuddin Ishak, M.Sc., Ph.D.; Ruslan, SKM., MPH.; Muhammad Fajaruddin, SKM., M.Kes.; Dr. Owildan Wisudawan; serta Dr. Agus Bintara Birawida, SKL., M.Kes.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat peminatan Kesehatan Lingkungan dan mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan FKM Unhas.

Bagi mahasiswa, keterlibatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung. Mereka tidak hanya belajar mengenai konsep kesehatan lingkungan, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan menyampaikan informasi menggunakan pendekatan yang komunikatif.

Pengalaman tersebut sekaligus mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama, penyerahan hadiah kepada pemenang permainan, serta pembagian paket kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Namun, esensi pengabdian ini lebih luas daripada kegiatan sehari di aula. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.

Kebiasaan memilah dan membuang sampah dengan benar, menjaga saluran pembuangan, mengurangi genangan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan vektor, serta mengelola air limbah rumah tangga merupakan langkah-langkah yang membutuhkan keterlibatan bersama.

Perubahan perilaku juga tidak bisa dibebankan kepada warga semata. Kesadaran masyarakat perlu didukung oleh sarana sanitasi yang memadai, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dan dukungan berbagai pihak.

Melalui kegiatan di Pulau Barrang Lompo, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas menjalankan salah satu unsur tridarma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Harapannya, edukasi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi warga untuk mengenali risiko kesehatan di lingkungan sekitar dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai.

Sebab, lingkungan yang sehat bukan hanya urusan kebersihan halaman rumah. Ia juga berkaitan dengan air yang digunakan, sampah yang dihasilkan, saluran limbah yang dikelola, dan kepedulian setiap orang terhadap ruang hidup bersama.(*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru