Flu Mudah Menular di Sekolah, Mahasiswa Unhas Bergerak Edukasi Pelajar Sidrap

Penulis
Fristi Zahra Putri Suat

SIDRAP – Penyakit flu atau influenza masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering menyerang anak usia sekolah. Lingkungan kelas yang padat, kebiasaan tidak mencuci tangan, serta etika batuk dan bersin yang belum diterapkan dengan baik menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran penyakit menular tersebut.

Melihat kondisi itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak melakukan edukasi kesehatan kepada pelajar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Melalui program bertajuk SIGAP (Siap Gaya Hidup Sehat), mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Unhas, Fristi Zahra Putri Suat, menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta etika batuk dan bersin di MTs DDI Al-Mujahidin Bendoro, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 30 siswa kelas VIII dan IX yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian edukasi sejak awal hingga akhir.

Menurut Fristi, edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran siswa dalam mencegah penyebaran penyakit menular, terutama influenza yang kerap muncul di lingkungan pendidikan.

“Penerapan PHBS dan etika batuk bersin yang benar merupakan kebiasaan sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam mencegah penularan penyakit. Kami ingin siswa memahami hal itu sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai PHBS dan etika batuk bersin. Selanjutnya, mahasiswa KKN-PK Unhas menyampaikan materi secara interaktif menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa.

Materi yang diberikan mencakup pentingnya menjaga kebersihan diri, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, penggunaan masker saat sakit, hingga cara batuk dan bersin yang benar agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Tak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak mempraktikkan langsung enam langkah cuci tangan pakai sabun serta simulasi etika batuk dan bersin sesuai anjuran kesehatan.

Suasana kelas berlangsung hidup. Siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan memberikan tanggapan terhadap berbagai contoh kasus yang disampaikan selama edukasi berlangsung.

Menariknya, mahasiswa Unhas juga mengemas materi melalui permainan edukatif berbasis skenario kehidupan sehari-hari. Dalam permainan tersebut, siswa diminta mengidentifikasi perilaku yang benar dan salah terkait PHBS serta menentukan langkah pencegahan yang tepat.

Metode belajar sambil bermain itu membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKN memberikan hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi dalam diskusi dan permainan edukatif.

Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan menerapkan etika batuk bersin dalam kehidupan sehari-hari.

Program SIGAP merupakan bagian dari komitmen Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat selama menjalankan pengabdian di Sidrap.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap para pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dengan meningkatnya kesadaran sejak usia dini, risiko penyebaran penyakit menular seperti flu di lingkungan sekolah diharapkan dapat ditekan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Sidrap yang lebih sehat dan produktif.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap