Soppeng, Katasulsel.com — Sebelum sejarah Soppeng ditulis melalui kerajaan, lontara, dan berbagai peninggalan masa sejarah, kawasan Citta telah menyimpan jejak kehidupan manusia dari masa yang jauh lebih awal.

Jejak tersebut berada di Gua Codong, Dusun Codong, Desa Citta, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng.

Gua Codong tercatat sebagai situs cagar budaya dengan Nomor Registrasi 272. Dalam Database Cagar Budaya Kabupaten Soppeng 2025, situs ini disebut sebagai salah satu cagar budaya penting di Kecamatan Citta karena menyimpan bukti aktivitas manusia masa lampau.

Lokasinya berada di kawasan perbukitan kapur. Berdasarkan pendataan pemerintah daerah pada 2025, area situs Gua Codong mencapai sekitar 8.000 meter persegi.

Untuk menuju lokasi, kendaraan roda dua dapat digunakan hingga kawasan kebun masyarakat. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter menuju gua.

Gua yang Menyimpan Tinggalan Arkeologis

Gua Codong bukan hanya bentang alam yang terbentuk dari batuan kapur.

Di dalam situs ini ditemukan sejumlah tinggalan arkeologis, antara lain gigi manusia, alat batu, dan pecahan tembikar. Temuan tersebut menjadi bagian dari penelitian mengenai aktivitas manusia masa lampau di kawasan Citta.

Database Cagar Budaya Kabupaten Soppeng 2025 menyebut Gua Codong sebagai bagian dari lanskap prasejarah di kawasan Citta yang berkaitan dengan aktivitas manusia pada masa Paleolitik hingga periode berikutnya.

Kawasan Citta sendiri memiliki dua situs yang dicatat dalam database tersebut, yakni Gua Codong dan Situs Paleolitik Lakibong. Keduanya dinilai memiliki nilai arkeologis dalam kajian kehidupan manusia masa lampau di wilayah Soppeng.

Keberadaan tinggalan tersebut membuat ruang di dalam Gua Codong menjadi penting bagi penelitian. Lapisan sedimen dan artefak yang ditemukan di dalamnya dapat digunakan untuk membaca bagaimana manusia pada masa lalu memanfaatkan lingkungan di sekitarnya.

Sudah Tercatat Sejak Lama

Gua Codong bukan situs yang baru dikenal dalam pendataan cagar budaya beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Kabupaten Soppeng telah mencatatnya sebagai cagar budaya dengan Nomor Registrasi 272. Dalam laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Gua Codong tercantum dalam daftar cagar budaya yang telah diregistrasi bersama sejumlah situs paleolitik dan megalitik lainnya.

Keberadaannya juga telah masuk dalam dokumen tata ruang Kabupaten Soppeng.

Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 8 Tahun 2012 tentang RTRW menetapkan kawasan Gua Codong dan Situs Paleolitik Lakibong di Kecamatan Citta sebagai kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Penetapan tersebut berkaitan dengan perlindungan peninggalan sejarah, bangunan arkeologi, serta keragaman geologi yang memiliki kepentingan bagi ilmu pengetahuan.

Pendataan Kembali pada 2025

Keberadaan Gua Codong kembali didokumentasikan melalui penyusunan Database Cagar Budaya Kabupaten Soppeng tahun 2025.

Tim pendataan mendokumentasikan bagian luar dan dalam gua, termasuk unsur batuan serta artefak yang ditemukan di lapangan. Dokumentasi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam basis data cagar budaya daerah.

Dalam database tersebut, Gua Codong ditempatkan sebagai situs, bukan bangunan atau struktur. Lokasinya dicatat berada di Dusun Codong, Desa Citta, Kecamatan Citta, dengan koordinat -4.42956, 120.03793.

Pendataan tersebut juga mencatat kondisi lingkungan sekitar gua yang masih didominasi vegetasi dan kawasan kebun masyarakat.

Bagian dari Lanskap Prasejarah Citta

Gua Codong tidak berdiri sendiri dalam konteks arkeologi Citta.

Tidak jauh dari kawasan tersebut terdapat Situs Paleolitik Lakibong. Dalam database cagar budaya daerah, kedua situs tersebut menjadi bagian dari persebaran tinggalan prasejarah di Kecamatan Citta.

Penelitian arkeologi yang dirujuk dalam database pemerintah daerah juga menunjukkan adanya kemiripan tipologis artefak batu dari kawasan Citta dengan temuan di Maros dan Bone. Data tersebut digunakan untuk melihat hubungan kawasan Citta dengan persebaran aktivitas manusia prasejarah di Sulawesi Selatan.

Artinya, Gua Codong ditempatkan dalam konteks kawasan yang lebih luas. Nilainya tidak hanya terletak pada guanya, tetapi juga pada hubungan situs tersebut dengan sejumlah tinggalan arkeologis lain di sekitarnya.

Kini Masuk Kawasan Wisata Citta

Selain sebagai situs cagar budaya, Gua Codong juga tercantum dalam pengembangan Desa Wisata Kawasan Wisata Alam Citta dan Wisata Jompi PituE.

Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat Gua Codong sebagai salah satu daya tarik wisata di kawasan tersebut. Situs ini digambarkan sebagai gua yang terbentuk dari batu gamping karst dan memiliki kaitan dengan pemanfaatan gua oleh manusia pada masa lampau.

Kawasan wisata Citta juga memiliki sejumlah daya tarik lain, termasuk Permandian Alam Citta dan Jompi Pitue.

Dengan demikian, Gua Codong berada pada pertemuan dua kepentingan: sebagai situs arkeologi yang menyimpan tinggalan manusia masa lampau dan sebagai bagian dari kawasan wisata Citta.

Namanya tercatat dalam daftar cagar budaya Kabupaten Soppeng sejak lama dan kembali didokumentasikan melalui database cagar budaya daerah pada 2025.

Di Dusun Codong, Desa Citta, sebuah gua di kawasan perbukitan kapur itu masih menyimpan tinggalan yang digunakan untuk membaca salah satu bagian dari perjalanan panjang kehidupan manusia di Soppeng.(*)