Wajo, Katasulsel.com β€” Ribuan pasang mata mendadak tertuju ke panggung utama Festival Muharram Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping, Selasa (16/6/2026). Suasana yang sejak pagi dipenuhi lantunan selawat, barisan pawai, dan semangat Tahun Baru Islam, berubah menjadi lautan harap saat panitia mulai mengocok kupon hadiah utama.

Semua menunggu satu nama.

Ada santri. Ada petani. Ada pedagang. Ada ibu rumah tangga. Bahkan anak-anak yang ikut berharap kupon milik keluarganya yang keluar.

Namun keberuntungan tahun ini ternyata singgah di tangan seorang guru.

Nety, guru SDN 227 Doping, menjadi sosok yang paling banyak disebut hari itu setelah nomor kupon miliknya dinyatakan sebagai pemenang hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

Begitu namanya diumumkan, lapangan langsung bergemuruh. Tepuk tangan, sorakan, dan ucapan selamat datang dari berbagai penjuru arena. Banyak yang tersenyum. Sebagian lain ikut bertepuk tangan meski hadiah impian mereka melayang ke tangan orang lain.

Momen itu menjadi salah satu adegan paling berkesan dalam rangkaian Pawai Hijratur Rasul 1 Muharram 1448 Hijriah yang dipadukan dengan Festival Muharram Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping.

Bagi Nety, hadiah tersebut datang tanpa diduga.

“Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka. Datang mengikuti kegiatan ini untuk meramaikan acara dan mengambil hikmah Tahun Baru Islam, ternyata pulang membawa rezeki yang luar biasa,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Di balik kemeriahan undian, Pimpinan Ponpes Daarul Mu’minin As’adiyah Doping, H. Agustan Ranreng, menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan semata soal hadiah.

Menurutnya, Festival Muharram merupakan ruang mempertemukan masyarakat dalam suasana keagamaan yang hangat. Pawai, perlombaan, hingga doorprize hanyalah jembatan untuk memperkuat ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.

“Yang paling penting bukan siapa yang membawa pulang motor, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu menghadirkan kebersamaan dan kecintaan terhadap syiar Islam,” ujarnya.

Festival Muharram tahun ini juga mendapat dukungan dari PT Gebyar Cinta Sholawat Tour and Travel yang menjadi sponsor utama kegiatan.

Selama enam hari pelaksanaan, mulai 16 hingga 21 Juni 2026, kawasan Doping berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Berbagai lomba olahraga, seni Islami, dan keagamaan diikuti peserta dari Kecamatan Penrang, Sajoanging, hingga Takkalalla.

Antusiasme warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Festival Muharram bukan lagi sekadar agenda pesantren. Ia telah tumbuh menjadi perayaan rakyat yang memadukan syiar, silaturahmi, hiburan, dan harapan.

Dan tahun ini, dari ribuan kupon yang beredar, satu lembar kecil berhasil mengubah hari seorang guru menjadi cerita yang akan dikenang lama oleh warga Doping.(tp)