Sidrap, Katasulsel.com ā Dalam politik, membuka pintu tidak selalu berarti hendak keluar. Bisa juga sedang memberi kesempatan kepada orang lain untuk masuk gelanggang.
Begitulah dinamika yang mulai terasa menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Ketua DPD Golkar Sidrap, H. Zulkif Zain, akrab disapa H. Pilli, mempersilakan kader lain untuk maju.
Pernyataan itu membuka ruang bagi munculnya sejumlah nama yang mulai diperbincangkan dalam bursa calon ketua.
Ismail Aksa, Andi Sugi, Mahmud Yusuf, dan Achmad Solihin masuk dalam radar percakapan politik internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Belum tentu semuanya maju. Belum tentu pula seluruhnya memenuhi persyaratan.
Namun, dalam politik kepartaian, nama yang mulai beredar biasanya menjadi pintu awal untuk membaca arah konsolidasi, mengukur kekuatan jaringan, dan menerka ke mana dukungan akan berlabuh.
Musda memang belum selesai bahkan sebelum dimulai. Tetapi permainan membaca peta sudah berjalan.

Ada yang menarik dari sikap H. Pilli. Ia mempersilakan kader lain untuk maju, sementara dirinya kini telah bergabung dengan kepengurusan DPD Golkar Sulawesi Selatan.
Posisi itu membuat dinamika Musda Sidrap menarik dicermati. Sebab, politik partai tidak hanya bergerak di tingkat kabupaten. Ada komunikasi vertikal dengan pengurus provinsi, ada konsolidasi horizontal antarkader, dan ada kalkulasi dukungan dari para pemilik suara.
Dalam istilah politik, Musda adalah arena suksesi sekaligus ujian konsolidasi. Siapa yang muncul sebagai kandidat akan diuji bukan hanya dari popularitas, melainkan juga kemampuan membangun koalisi internal dan meyakinkan pemegang hak suara.
Bersambung………
