Makassar, katasulsel.com – Kursi Bupati Enrekang bukanlah kursi biasa.

Sejak Kabupaten Enrekang resmi berdiri pada tahun 1960, hanya 15 orang yang berhasil menduduki jabatan tertinggi di Bumi Massenrempulu tersebut.

Kini, nama Muhammad Yusuf Ritangnga tercatat sebagai bupati ke-15 dalam sejarah panjang pemerintahan Kabupaten Enrekang.

Namun tahukah Anda?

Di balik perjalanan 66 tahun Kabupaten Enrekang, terdapat sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui masyarakat.

Ada bupati yang hanya menjabat sekitar satu tahun.

Ada pula yang berhasil memimpin selama dua periode.

Bahkan ada nama yang kemudian menjadi tokoh berpengaruh di tingkat Sulawesi Selatan.

Bupati pertama Enrekang adalah Andi Babba Mangopo, sosok yang memimpin pada masa awal berdirinya kabupaten tersebut.

Saat itu, Enrekang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan dasar, mulai dari infrastruktur hingga tata kelola pemerintahan yang baru dibentuk.

Setelahnya, estafet kepemimpinan berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Nama-nama seperti Muhammad Nur, Bambang Soetresna, Abdullah Rachman, hingga Mappatoeroen Parawansa menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah.

Memasuki era 1980-an hingga 1990-an, Enrekang dipimpin sejumlah figur yang kemudian dikenal luas di Sulawesi Selatan, termasuk Amin Syam yang kelak menorehkan karier politik di tingkat provinsi.

Sementara itu, era reformasi menghadirkan sejumlah pemimpin baru seperti Andi Iqbal Mustafa, La Tinro La Tunrung, Nur Hasan, hingga Muslimin Bando.

Muslimin Bando Pecahkan Rekor Dua Periode

Di antara seluruh nama yang pernah memimpin Enrekang, Muslimin Bando menjadi salah satu figur yang paling lama berada di kursi bupati.

Ia dipercaya masyarakat selama dua periode berturut-turut, yakni 2013–2018 dan 2018–2023.

Kepemimpinannya menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern Kabupaten Enrekang.

Setelah melewati berbagai fase kepemimpinan selama lebih dari enam dekade, tongkat estafet kini berada di tangan Muhammad Yusuf Ritangnga untuk periode 2025–2030.

Ia menjadi generasi terbaru dalam daftar panjang para pemimpin Enrekang.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang pernah menjadi bupati.

Melainkan, akankah nama Yusuf Ritangnga kelak dikenang sebagai salah satu pemimpin yang meninggalkan jejak besar dalam sejarah Enrekang?

Jawaban atas pertanyaan itu akan ditentukan oleh waktu, dan tentu saja oleh karya yang lahir selama lima tahun masa kepemimpinannya.(*)