Makassar, katasulsel.com – Di tengah derasnya rumor pemain datang dan pergi, PSM Makassar justru berpeluang mendapatkan “rekrutan baru” tanpa harus mencari jauh-jauh ke luar negeri.
Sosok itu adalah Luka Cumic.
Penyerang asal Kroasia tersebut dikabarkan masuk dalam rencana pelatih baru Darije Kalezic untuk menghadapi Super League 2026/2027. Jika kesepakatan perpanjangan kontrak benar terwujud, maka Cumic akan menjadi salah satu wajah lama yang tetap bertahan di tengah proses renovasi besar skuad Juku Eja.
Menariknya, nilai Luka Cumic bagi PSM tidak hanya terlihat dari jumlah gol yang dicetak, tetapi dari efektivitasnya di lapangan.
Musim lalu, Cumic hanya bermain selama 499 menit atau setara sekitar lima setengah pertandingan penuh. Namun dalam waktu bermain yang relatif singkat itu, ia mampu menyumbangkan tiga gol.
Jika dihitung secara statistik, rata-rata Cumic mencetak satu gol setiap 166 menit bermain. Angka yang cukup menjanjikan untuk pemain yang lebih sering memulai laga dari bangku cadangan.
Karena itulah banyak suporter PSM menjulukinya sebagai supersub atau pemain pengganti yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Saat tim mengalami kebuntuan, Cumic beberapa kali hadir memberikan energi baru di lini depan. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan naluri mencetak gol menjadi kelebihan yang membuatnya berbeda.
Di era sepak bola modern, keberadaan pemain seperti Cumic sangat penting. Tidak semua pertandingan dimenangkan oleh pemain inti. Sering kali, hasil pertandingan justru ditentukan oleh pemain yang masuk pada babak kedua.
PSM Makassar tampaknya memahami hal tersebut.
Apalagi seluruh kontrak pemain asing musim lalu telah berakhir pada 31 Mei 2026. Situasi ini membuat manajemen dan pelatih harus benar-benar selektif menentukan siapa yang layak dipertahankan.
Di antara nama-nama asing yang masih menjadi tanda tanya, Luka Cumic justru muncul sebagai salah satu pemain yang paling dekat dengan perpanjangan kontrak.
Kabar tersebut semakin menguat setelah sejumlah sumber yang mengikuti perkembangan PSM menyebutkan adanya kesepahaman antara klub dan pemain untuk melanjutkan kerja sama satu musim lagi.
Bagi pelatih Darije Kalezic, mempertahankan pemain yang sudah memahami atmosfer sepak bola Indonesia tentu lebih menguntungkan dibanding memulai semuanya dari nol.
Cumic sudah mengenal karakter kompetisi, memahami kultur klub, dan tidak membutuhkan waktu adaptasi yang panjang.
Itulah sebabnya banyak pendukung PSM menilai mempertahankan Cumic bisa menjadi keputusan yang lebih efektif dibanding berburu pemain baru yang belum tentu langsung cocok.
Meski belum ada pengumuman resmi dari manajemen, sinyal bertahannya Luka Cumic mulai disambut positif oleh suporter.
Jika benar bertahan, pemain berusia 25 tahun itu berpotensi menjadi salah satu senjata rahasia Darije Kalezic dalam membangun PSM Makassar yang lebih kompetitif musim depan.
Kadang dalam sepak bola, transfer terbaik bukanlah pemain yang baru datang, melainkan pemain yang berhasil dipertahankan.
Dan bagi PSM Makassar, Luka Cumic bisa menjadi contoh paling nyata. (din)
