Penulis
Trianto Hiskia Yunus Dengen

SIDRAP – Banyak warga menganggap dirinya sehat karena tidak merasakan keluhan apa pun. Padahal, ada satu penyakit yang kerap datang tanpa gejala namun bisa berujung stroke, gagal ginjal, serangan jantung hingga kematian. Penyakit itu adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dikenal sebagai silent killer.

Kondisi inilah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap.

Program bertajuk “Bahaya Hipertensi: Silent Killer yang Wajib Diwaspadai pada Usia Produktif hingga Usia Lanjut” itu dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Talumae, Senin (20/7/2026), kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan langsung dari rumah ke rumah.

Langkah door to door tersebut dilakukan agar informasi penting mengenai bahaya hipertensi dapat menjangkau lebih banyak warga, termasuk mereka yang tidak sempat hadir di lokasi penyuluhan.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN Unhas menjelaskan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling berbahaya karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas.

Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, bahkan kondisi yang mengancam jiwa.

Karena itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai faktor risiko hipertensi, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, serta berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

Mahasiswa juga mengedukasi warga mengenai pentingnya memeriksa tekanan darah secara rutin, membatasi konsumsi garam, memperbanyak aktivitas fisik, menghindari rokok, serta mengelola stres dengan baik.

Antusiasme masyarakat terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait kondisi kesehatan yang mereka alami sehari-hari.

Melalui pendekatan dari rumah ke rumah, mahasiswa dapat berinteraksi lebih dekat dengan warga sehingga pesan kesehatan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat di Kabupaten Sidrap, khususnya terkait pencegahan penyakit tidak menular yang angka kasusnya terus meningkat.

Mahasiswa KKN-PK 69 berharap edukasi yang diberikan dapat mendorong masyarakat Desa Talumae untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan mulai menerapkan pola hidup sehat sejak usia produktif.

Sebab, menurut mereka, mencegah hipertensi jauh lebih mudah dan murah dibandingkan harus menghadapi berbagai komplikasi berat yang dapat muncul di kemudian hari.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, Desa Talumae diharapkan menjadi salah satu wilayah di Sidrap yang semakin aktif dalam menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit hipertensi. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap