Sidrap, Katasulsel.com – Tingginya kasus hipertensi di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKNPK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program SADAR TENSI (Skrining Tekanan Darah dan Edukasi Pencegahan Hipertensi), Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang diikuti 21 warga tersebut menjadi upaya deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular yang masih menjadi persoalan kesehatan di desa tersebut.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menjalani pemeriksaan tekanan darah, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko hipertensi, tanda dan gejalanya, bahaya komplikasi, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.

Penanggung jawab program, Imam Murtadha Zuhair, mengatakan SADAR TENSI lahir dari hasil identifikasi kondisi kesehatan masyarakat selama pelaksanaan KKNPK di Desa Mattirotasi.

“Program SADAR TENSI kami laksanakan karena berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan di Desa Mattirotasi, hipertensi termasuk dalam tiga besar penyakit yang banyak ditemukan di masyarakat. Melalui skrining tekanan darah dan edukasi ini, kami berharap masyarakat dapat melakukan deteksi dini sehingga risiko komplikasi akibat hipertensi dapat dicegah sedini mungkin,” ujar Imam Murtadha Zuhair.

Selain melakukan skrining tekanan darah, mahasiswa KKNPK 69 Universitas Hasanuddin juga memberikan edukasi mengenai pentingnya membatasi konsumsi garam, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin beraktivitas fisik, menghindari kebiasaan merokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah pemeriksaan selesai, peserta berdiskusi langsung dengan mahasiswa mengenai hasil pengukuran tekanan darah masing-masing serta memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal.

Salah seorang peserta, Ibu Boyong, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

“Bagus sekali kalau ada pemeriksaan seperti ini, karena kita bisa tahu apakah tekanan darah kita tinggi atau rendah. Jadi kalau hasilnya tidak normal, kita bisa segera mengantisipasi dengan memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit,” tutur Ibu Boyong.

Program SADAR TENSI menjadi salah satu bentuk pengabdian KKNPK 69 Universitas Hasanuddin dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat. Melalui skrining yang dipadukan dengan edukasi, mahasiswa tidak hanya membantu warga mengenali kondisi kesehatannya, tetapi juga mendorong lahirnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini dan menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah mencegah komplikasi hipertensi di masa mendatang.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap