Parepare, katasulsel.com — Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) 17 Juni 2026 di Kota Parepare berlangsung di Lapangan Binalipu/Balai Kota, Kelurahan Bumi Harapan, Rabu (17/6/2026), dengan pesan yang cukup tegas dari Wali Kota Parepare kepada seluruh aparatur pemerintah.
Di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), Wali Kota menekankan pentingnya menjaga netralitas, etika, dan stabilitas internal birokrasi, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang semakin sensitif.
Namun yang paling mendapat perhatian dalam amanat upacara kali ini adalah peringatan keras terkait peran ASN dalam menjaga suasana pemerintahan yang kondusif.
Wali Kota secara tegas meminta agar tidak ada lagi ASN yang justru menjadi sumber provokasi di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
“ASN tidak boleh menjadi provokator. Kita ini pelayan publik, bukan pemicu kegaduhan,” tegasnya dalam amanat upacara.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penguatan disiplin aparatur, sekaligus respons terhadap pentingnya menjaga soliditas birokrasi di tengah meningkatnya eksposur informasi dan dinamika sosial di era digital.
Upacara HKN yang rutin digelar setiap bulan ini sejatinya menjadi momen refleksi kedisiplinan ASN. Namun di Parepare, momentum tersebut sekaligus berubah menjadi pengingat keras tentang batas etika aparatur negara.
Wali Kota menegaskan bahwa ASN harus berdiri di atas semua kepentingan, menjaga profesionalisme, dan tidak terlibat dalam narasi yang dapat memecah konsentrasi pelayanan publik.
Ia juga menekankan bahwa setiap aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga wibawa institusi, bukan justru melemahkannya dari dalam.
Dalam konteks itu, pesan tentang “ASN bukan provokator” menjadi penegasan bahwa stabilitas pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh perilaku individu di dalam sistem birokrasi.
Upacara HKN tersebut diikuti oleh seluruh jajaran perangkat daerah Kota Parepare dan berlangsung dengan tertib hingga selesai.
Di balik rangkaian formalitas upacara, pesan utama yang mengemuka cukup jelas: birokrasi yang kuat bukan hanya soal kinerja, tetapi juga soal integritas dan kemampuan menjaga suasana tetap tenang di dalam tubuh pemerintahan.(*)
