Penulis
Rezky Ramadhani Arsyad

SIDRAP – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit yang paling sering ditemukan di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kondisi ini mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk turun langsung memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar.

Melalui program bertajuk “CERDAS CEGAH ISPA: Batuk Beretika, Tangan Bersih, dan Tubuh Sehat”, mahasiswa KKN Unhas Posko Kelurahan Panreng menggelar edukasi kesehatan di UPT SD Negeri 5 Benteng, Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.

Kegiatan yang menyasar siswa kelas VI tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan anak-anak dalam mencegah penularan ISPA sejak dini.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Puskesmas Manisa, Acute Upper Respiratory Infection (J06.9) atau ISPA tercatat sebagai salah satu dari sepuluh penyakit terbanyak di Kelurahan Panreng.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Unhas menilai edukasi kesehatan kepada anak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat membantu menekan risiko penyebaran penyakit.

Berbeda dengan metode penyuluhan konvensional, edukasi yang diberikan dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa, dipadukan dengan video edukasi, demonstrasi langsung, permainan, hingga sesi tanya jawab.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah pentingnya menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.

Para siswa diajarkan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau tisu saat batuk maupun bersin untuk mengurangi risiko penyebaran kuman kepada orang lain.

Selain itu, mahasiswa juga mengedukasi siswa mengenai pentingnya menggunakan masker saat sedang mengalami batuk atau pilek serta membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun.

Dalam sesi praktik, siswa diajak mempelajari enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar sebagai salah satu cara efektif memutus rantai penularan berbagai penyakit menular.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari menjawab pertanyaan, menyaksikan video edukasi, hingga mempraktikkan langsung etika batuk dan cara mencuci tangan yang benar.

Tak sedikit siswa yang berlomba-lomba menjawab pertanyaan saat permainan edukatif berlangsung.

Mahasiswa KKN Unhas menilai antusiasme tersebut menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia dini.

Pihak sekolah pun memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam memahami cara menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, dan menerapkan etika batuk yang benar diharapkan dapat menjadi budaya positif di lingkungan sekolah maupun rumah.

Dengan edukasi yang dilakukan sejak usia sekolah, mahasiswa Unhas berharap anak-anak di Sidrap dapat menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus membantu menekan penyebaran ISPA di lingkungan masyarakat. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap