Sidrap, katasulsel.com — Awalnya hanya sebuah ruas jalan biasa di Kecamatan Tellu Limpoe.
Kini, jalan yang dihiasi taman bunga warna-warni di sekitar Jembatan Amparita menuju Desa Teteaji itu mulai menjadi perbincangan hingga ke luar Kabupaten Sidenreng Rappang.
Foto-foto kawasan tersebut beredar di media sosial. Beberapa di antaranya dibagikan ulang oleh akun-akun lokal Sulawesi Selatan.
Tak butuh waktu lama, rasa penasaran pun muncul.
Bukan hanya dari warga Sidrap.
Remaja dari Kabupaten Pareparem Soppeng, Wajo, hingga Enrekang mulai mencari tahu lokasi persis jalan yang belakangan disebut-sebut sebagai salah satu jalan tercantik di Sidrap itu.
Di berbagai unggahan media sosial, kolom komentar dipenuhi tanggapan warganet dari daerah tetangga.
“Ada yang tahu lokasi tepatnya? Mau ke sana kalau akhir pekan,” tulis seorang pengguna media sosial asal Soppeng.
Komentar serupa juga datang dari akun lain yang mengaku berasal dari Kabupaten Wajo.
“Kirain ini di Malino atau Enrekang. Ternyata di Sidrap. Bagus sekali pemandangannya,” tulisnya.
Sementara seorang pengguna dari Enrekang mengaku terkejut melihat perubahan kawasan tersebut.
“Kalau memang sebagus di foto, ini wajib masuk daftar tempat singgah saat ke Sidrap,” komentarnya.
Fenomena itu menjadi bukti bahwa ruang publik yang tertata baik memiliki daya tarik tersendiri.
Tidak harus berupa objek wisata besar.
Tidak harus pula dibangun dengan anggaran fantastis.
Kadang, sebuah jalan yang bersih, rapi, dan dipenuhi bunga mampu menarik perhatian lebih banyak orang.
Kawasan yang dulu dikenal karena kondisi jalan rusak dan tumpukan sampah itu kini berubah drastis.
Aspal mulus membentang. Ban bekas disulap menjadi pot tanaman. Bunga-bunga berwarna-warni menghiasi sisi jalan dengan latar hamparan sawah hijau khas Tellu Limpoe.
Ketika sore tiba, suasana semakin menarik.
Langit yang cerah, semilir angin persawahan, dan warna-warni taman menciptakan pemandangan yang membuat banyak orang berhenti sejenak untuk berfoto.
Tak sedikit pengendara yang awalnya hanya melintas akhirnya memarkir kendaraan mereka karena penasaran.
Camat Tellu Limpoe, Ridwan Bachtiar, sebelumnya menyebut penataan kawasan tersebut sebagai bagian dari inovasi kecamatan sekaligus persembahan untuk masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baginya, jalan bukan hanya sarana transportasi.
Jalan juga bisa menjadi wajah daerah.
Kini, wajah baru itu mulai dikenal lebih luas.
Bukan karena iklan.
Bukan karena promosi besar-besaran.
Melainkan karena masyarakat sendiri yang membagikannya dari satu ponsel ke ponsel lainnya.
Dan jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Jalan Bunga Tellu Limpoe akan menjadi salah satu ikon baru Sidrap yang dikenal hingga ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
