SIDRAP – Kebiasaan sederhana mencuci tangan ternyata masih menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah diare pada anak-anak. Menyadari pentingnya hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) turun langsung mengedukasi siswa sekolah dasar di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program bertajuk “Edukasi Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun Sebagai Upaya Pencegahan Diare” itu dilaksanakan secara bertahap di tiga sekolah dasar, yakni SDN 4 Bila, SDN 8 Bila, dan SDN 13 Bila.
Kegiatan berlangsung pada 15 hingga 18 Juli 2026 dengan melibatkan puluhan siswa yang diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular.
Mahasiswa KKN Unhas menilai masih banyak anak yang belum memahami waktu yang tepat untuk mencuci tangan maupun teknik mencuci tangan yang benar.
Padahal, tangan yang tidak bersih menjadi salah satu media utama penyebaran kuman penyebab diare dan berbagai penyakit lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kebersihan tangan, kapan harus mencuci tangan, serta praktik langsung enam langkah cuci tangan pakai sabun yang dianjurkan tenaga kesehatan.
Agar lebih mudah dipahami, materi disampaikan melalui metode yang menyenangkan seperti demonstrasi, permainan edukatif, diskusi interaktif, dan praktik bersama.
Suasana belajar pun berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari mendengarkan materi hingga mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang benar.
Penanggung jawab program, Alya Ramadani, mengatakan tujuan kegiatan bukan hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membangun kebiasaan sehat yang dapat diterapkan setiap hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui cara mencuci tangan yang benar, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun dapat menjadi langkah awal dalam mencegah berbagai penyakit menular serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat,” ujarnya.
Menurut Alya, kebiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi juga diterapkan di rumah dan ditularkan kepada anggota keluarga lainnya.
Program ini menjadi bagian dari pengabdian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, khususnya pada anak usia sekolah yang merupakan kelompok penting dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran hidup sehat sejak usia dini.
Mahasiswa KKN Unhas turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bola Bulu, pihak SDN 4 Bila, SDN 8 Bila, SDN 13 Bila, para guru, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, bersih, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

