Bandung, katasulsel.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan mengakhiri sayembara berhadiah Rp250 juta yang sebelumnya diumumkan untuk membantu penangkapan buronan kasus penganiayaan, Taufik Hidayat. Alih-alih diberikan kepada pihak yang berperan dalam penangkapan, seluruh dana sayembara justru dialihkan kepada keluarga korban, YTR.
Keputusan tersebut diambil setelah Taufik Hidayat berhasil diamankan aparat kepolisian. Dedi menjelaskan, tujuan utama sayembara telah tercapai, yakni memberikan tekanan psikologis kepada pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap.
“Sayembara itu sudah selesai. Efeknya luar biasa. Yang bersangkutan merasa dicari banyak orang sehingga akhirnya berhasil ditangkap,” kata Dedi.
Menurut Dedi, tidak ada pihak yang ditetapkan sebagai penerima hadiah karena proses penangkapan merupakan hasil kerja aparat kepolisian. Setelah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, ia memutuskan dana yang semula disiapkan sebagai hadiah lebih bermanfaat jika diberikan kepada korban.
Dana sebesar Rp250 juta tersebut akan diserahkan kepada keluarga YTR dalam bentuk deposito atas nama korban.
Langkah itu diharapkan dapat menjadi jaminan bagi pendidikan serta masa depan korban setelah mengalami peristiwa penganiayaan yang menyita perhatian publik.
Penyerahan deposito dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara Rp250 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat atau membantu proses penangkapan Taufik Hidayat.
Pengumuman itu sempat menjadi sorotan luas dan memicu perhatian publik di berbagai platform media sosial.
Dengan ditangkapnya pelaku, sayembara tersebut resmi berakhir. Dana yang semula dijanjikan sebagai hadiah kini dialihkan sepenuhnya sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan dan masa depan korban.(*)
