Sidrap, Katasulsel.com — Musim kemarau belum mencapai puncaknya. Namun dampaknya sudah mulai terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Sumur warga mulai surut, lahan pertanian mengering, dan kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang semakin sering dikeluhkan masyarakat.
Menghadapi situasi itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memilih tidak menunggu keadaan memburuk. Sebanyak 17 unit mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai air ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang berlangsung sejak Juni hingga Juli 2026.
“Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum masyarakat benar-benar kesulitan mendapatkan air,” kata Syaharuddin saat memberikan keterangan di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Ahad, 19 Juli 2026.
Di tengah teriknya cuaca yang dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti Sidrap, ancaman kekeringan bukan hanya menghantui rumah tangga. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah juga mulai merasakan tekanan.
Beberapa ribu hektare sawah dilaporkan mengalami kekurangan pasokan air. Debit dari sumber air tanah maupun jaringan irigasi terus menurun seiring minimnya curah hujan.
Karena itu, armada tangki tidak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga membantu wilayah pertanian yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
“Kurang lebih ada 17 mobil tangki yang kami siapkan untuk melayani masyarakat Sidrap yang terdampak kekeringan,” ujar Syaharuddin.
Armada tersebut berasal dari berbagai instansi pemerintah daerah. Mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Sosial hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Pemandangan yang biasanya identik dengan mobil pemadam kebakaran kini berubah. Bukan memadamkan api, melainkan mengantar air ke titik-titik yang mulai mengalami kekeringan.
Bupati memastikan seluruh armada itu disiagakan penuh dan siap bergerak ke mana saja ketika ada laporan kebutuhan air dari masyarakat.
“Bagi warga yang membutuhkan layanan air bersih, silakan menghubungi pihak terkait. Di mana pun berada di wilayah Sidrap, mobil tangki siap melayani,” tegasnya.
Di balik ancaman El Nino, Syaharuddin juga berusaha menjaga optimisme petani. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan membiarkan petani menghadapi musim kemarau sendirian.
Menurutnya, berbagai langkah akan terus dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan target panen tidak anjlok akibat cuaca ekstrem.
“Petani Sidrap tidak berjuang sendiri. Pemerintah akan terus berupaya agar hasil panen tetap maksimal meski menghadapi kemarau,” ujarnya.
Menariknya, di tengah berbagai langkah teknis yang dilakukan pemerintah, sejumlah desa di Sidrap juga memilih jalan spiritual. Salat Istisqa atau salat meminta hujan mulai digelar di beberapa wilayah sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kering yang berkepanjangan.
Bagi masyarakat Sidrap, harapan kini bukan hanya datang dari 17 mobil tangki yang hilir mudik membawa air, tetapi juga dari langit yang dinanti segera menurunkan hujan.
Sementara itu, Pemkab Sidrap mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan agar penanganan dampak El Nino dapat dilakukan lebih cepat dan merata. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
