Penggunaan sambungan listrik berlebihan atau instalasi yang tidak layak dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama saat suhu udara sedang tinggi.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan guna mengurangi potensi terjadinya korsleting.
Di sektor kebutuhan dasar, masyarakat diminta mulai menggunakan air secara bijak. Warga diimbau menjaga sumber-sumber air yang tersedia serta menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari apabila terjadi penurunan pasokan selama musim kemarau.
Selain kekeringan dan kebakaran, masyarakat juga diminta tetap mewaspadai berbagai dampak cuaca ekstrem lainnya seperti angin kencang, pohon tumbang, hingga meningkatnya risiko penyakit yang sering muncul saat perubahan cuaca.
“Selain kekeringan dan kebakaran, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi angin kencang, pohon tumbang, serta dampak kesehatan akibat perubahan cuaca yang ekstrem,” lanjut Syaharuddin.
Menariknya, dalam upaya memperluas edukasi kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga melibatkan rumah ibadah sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat.
Pengurus masjid diharapkan secara rutin menyampaikan pesan-pesan kesiapsiagaan sebelum maupun setelah pelaksanaan ibadah agar kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat.
Sementara itu, para camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif melakukan sosialisasi di wilayah masing-masing sehingga seluruh warga memahami langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan selama musim kemarau.
Apabila terjadi keadaan darurat atau ditemukan potensi bencana, masyarakat diminta segera melapor kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap melalui layanan WhatsApp Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di nomor 0878-4898-7979.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, desa, kecamatan, hingga rumah ibadah, risiko bencana selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
