WAJO β Bahasa Inggris masih menjadi pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian siswa sekolah dasar. Namun di Desa Cinnongtabi, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, suasana berbeda justru terlihat saat puluhan siswa belajar sambil bermain bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).
Melalui program “Interactive English Learning for Young Learners”, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Unhas menghadirkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan di tiga sekolah dasar sekaligus.
Program yang berlangsung pada 17, 20, dan 21 Juli 2026 itu dilaksanakan di SDN 161 Cinnongtabi, SDN 162 Cinnongtabi, dan SDN 312 Cinnongtabi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kemampuan dasar bahasa Inggris bagi siswa sejak usia dini.
Berbeda dari metode belajar konvensional, pembelajaran dikemas dalam suasana santai dan penuh interaksi. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan materi, tetapi juga diajak bermain sambil belajar.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan anggota tubuh (Body Parts), nama hari (Days of the Week), serta nama bulan (Months of the Year).
Setiap sesi diawali dengan kegiatan warm-up untuk membangun semangat belajar siswa sebelum memasuki materi utama.
Setelah itu, siswa diajak mengikuti berbagai permainan edukatif dan kuis interaktif yang membuat suasana kelas menjadi lebih hidup.
Metode tersebut terbukti mampu menarik perhatian siswa. Mereka tampak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, hingga berlomba menyelesaikan kuis yang diberikan.
Kepala SDN 161 Cinnongtabi, Hj. Ratnawati, S.Pd.I, menyambut positif program tersebut.
Menurutnya, pendekatan belajar yang menyenangkan mampu membantu anak-anak menghilangkan rasa takut ketika berhadapan dengan bahasa Inggris.
“Program ini sangat bagus karena dapat menghilangkan rasa takut berbahasa pada anak dan membangun kepercayaan diri mereka. Sangat direkomendasikan untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan, Nabilah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa sekolah dasar.
Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat belajar bahasa Inggris sekaligus membangun keberanian siswa menggunakan kosakata sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi indikator bahwa metode belajar berbasis permainan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin berharap kemampuan dasar bahasa Inggris siswa di Desa Cinnongtabi dapat berkembang lebih baik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk belajar bahasa asing sejak dini. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .

