Penulis
Adya Zaqia Rahmadani Sulaeman

SIDRAP – Keluhan nyeri pinggang yang selama ini dianggap sebagai hal biasa oleh banyak ibu rumah tangga ternyata bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius.

Temuan itu menjadi perhatian Tim Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Universitas Hasanuddin saat melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (20/7/2026).

Melalui program bertajuk Optimalisasi Edukasi Posisi Kerja Ergonomis, mahasiswa KKN mengedukasi warga tentang cara mencegah gangguan otot dan tulang belakang yang sering muncul akibat aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Kegiatan dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni sosialisasi di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Talumae dan kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Metode ini dipilih agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak warga, khususnya ibu rumah tangga yang menjadi kelompok sasaran utama.

Dari hasil observasi lapangan, mahasiswa menemukan bahwa sebagian besar warga masih menganggap rasa pegal, nyeri punggung, hingga sakit pinggang sebagai konsekuensi normal setelah bekerja seharian.

Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi gejala awal Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah yang termasuk salah satu gangguan musculoskeletal paling sering dialami perempuan yang melakukan aktivitas fisik berulang.

Aktivitas sederhana seperti menyapu, mengepel, mencuci pakaian dengan posisi membungkuk, hingga mengangkat ember atau wadah air berat ternyata menjadi faktor risiko yang sering tidak disadari.

“Sebagian besar ibu rumah tangga belum memahami pentingnya posisi kerja ergonomis. Banyak yang menganggap nyeri pinggang sebagai hal biasa, padahal jika terus dibiarkan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius,” ungkap salah seorang anggota tim KKN-PK.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai teknik postur tubuh yang benar saat melakukan pekerjaan rumah tangga.

Mahasiswa memperagakan cara membungkuk yang aman, teknik mengangkat beban dengan memanfaatkan kekuatan otot paha, serta posisi tubuh yang tepat saat membersihkan rumah agar tekanan pada tulang belakang dapat diminimalkan.

Selain itu, warga juga diajarkan pentingnya melakukan peregangan ringan secara berkala untuk mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas yang dilakukan berulang setiap hari.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa kebiasaan sehari-hari yang selama ini dianggap sepele ternyata dapat memengaruhi kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.

Edukasi kesehatan preventif seperti ini dinilai penting mengingat gangguan musculoskeletal masih menjadi salah satu penyebab utama keluhan fisik pada kelompok usia produktif, termasuk ibu rumah tangga.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Talumae mulai menerapkan pola kerja yang lebih ergonomis sehingga risiko nyeri punggung dan gangguan otot dapat ditekan.

Jika diterapkan secara konsisten, perubahan kebiasaan sederhana ini diyakini dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat, aktif, dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap