“Negara Harus Punya Tangan yang Terasa”

Dalam kunjungannya, Tito menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya hadir dalam bentuk kebijakan di atas kertas.

Menurutnya, masyarakat yang paling membutuhkan harus benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang kita inginkan adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah dapat merasakan langsung kehadiran negara,” ujarnya.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Pesan itu menjadi salah satu alasan dirinya turun langsung ke lapangan. Ia ingin memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor perumahan berjalan sesuai sasaran dan tidak berhenti pada laporan administrasi semata.

Kendari Jadi Contoh

Di mata pemerintah pusat, Kendari kini menjadi salah satu contoh bagaimana program perumahan dapat bergerak lebih agresif.

Masalah perumahan memang masih menjadi pekerjaan rumah besar Indonesia. Jutaan warga masih menghadapi persoalan backlog perumahan, baik karena belum memiliki rumah maupun tinggal di hunian yang tidak layak.

Karena itu, pemerintah berharap program seperti BSPS tidak berhenti pada tahun ini.

Semakin banyak rumah yang diperbaiki, semakin kecil pula jurang ketimpangan kualitas hidup masyarakat.

Dan bagi ribuan keluarga di Sulawesi Tenggara, bantuan itu mungkin bukan sekadar semen, kayu, atau genteng baru.

Bagi mereka, itu adalah awal dari kehidupan yang lebih layak—sebuah tanda bahwa negara akhirnya mengetuk pintu rumah yang selama ini nyaris terlupakan. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita