Sidrap, Katasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69/116 mulai menancapkan langkah pengabdiannya di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. Langkah awal itu ditandai dengan pelaksanaan Seminar Program Kerja yang mempertemukan mahasiswa dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk memaparkan berbagai program yang akan dijalankan selama masa KKN sekaligus menyerap masukan agar seluruh kegiatan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bulucenrana.
Seminar berlangsung di Desa Bulucenrana dan dihadiri Penjabat Kepala Desa Bulucenrana, Camat Pitu Riawa, Kepala UPT Puskesmas Dongi, dosen pembimbing lapangan, perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin.
Dalam pemaparannya, mahasiswa memperkenalkan sejumlah program kerja yang berasal dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, mulai dari kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, farmasi, psikologi hingga kedokteran hewan.
Seluruh program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Fokusnya tidak hanya pada edukasi kesehatan, tetapi juga upaya promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Menariknya, pemerintah setempat memberikan perhatian khusus terhadap program-program yang memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Camat Pitu Riawa bersama Penjabat Kepala Desa Bulucenrana menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang disiapkan mahasiswa KKN Unhas. Mereka berharap seluruh kegiatan yang dilaksanakan mampu sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Kami berharap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Program yang berkelanjutan dan bisa menjadi contoh bagi desa sangat kami harapkan, termasuk pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat,” ujar perwakilan pemerintah setempat.
Harapan serupa juga disampaikan Kepala UPT Puskesmas Dongi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Desa Bulucenrana.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari berbagai bidang kesehatan menjadi kekuatan besar yang harus dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di setiap dusun.
“Program individu maupun kelompok hendaknya dilaksanakan secara terpadu dan saling mendukung. Dengan begitu manfaatnya dapat menjangkau seluruh masyarakat Desa Bulucenrana,” pesannya.
Seminar tersebut sekaligus menjadi titik awal sinergi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pengabdian selama beberapa pekan ke depan.
Melalui kolaborasi tersebut, KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Angkatan 69/116 diharapkan mampu menghadirkan program yang tidak hanya selesai saat masa KKN berakhir, tetapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sidrap, khususnya di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
