Sidrap, Katasulsel.com – Rendahnya kesadaran remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan anemia di Indonesia. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (UNHAS), Qur A’yuniah Raoda Hamka, menggelar program edukasi bertajuk “TTD SMART (Sehat, Minum, Aman, Rasional, Tepat)” di SMP Negeri 1 Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (21/7/2026).

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya penggunaan Tablet Tambah Darah secara tepat, aman, dan rasional sebagai upaya mencegah anemia sejak usia sekolah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui program KKN-PK Universitas Hasanuddin.

Remaja putri menjadi kelompok yang rentan mengalami anemia karena kebutuhan zat besi meningkat selama masa pertumbuhan, ditambah kehilangan darah setiap kali menstruasi. Apabila tidak dicegah, anemia dapat menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas remaja.

Kami ingin remaja putri memahami bahwa Tablet Tambah Darah bukan sekadar obat yang diminum karena ada program di sekolah, tetapi merupakan investasi kesehatan untuk mencegah anemia dan mendukung tumbuh kembang mereka. Karena itu, mereka juga perlu mengetahui cara mengonsumsinya dengan benar agar manfaatnya benar-benar optimal,” ujar Qur A’yuniah Raoda Hamka.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh edukasi mengenai kandungan utama Tablet Tambah Darah, yaitu zat besi dan asam folat yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin serta sel darah merah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai aturan konsumsi yang benar, yakni satu tablet setiap minggu, sebaiknya diminum setelah makan atau sebelum tidur menggunakan air putih untuk membantu mengurangi rasa mual.

Materi penyuluhan juga membahas faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh. Peserta diingatkan agar tidak mengonsumsi Tablet Tambah Darah bersamaan dengan teh, kopi, maupun susu karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaliknya, konsumsi bersama air putih atau makanan yang mengandung vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi sehingga manfaatnya lebih optimal.

Sebagai bagian dari edukasi penggunaan obat secara rasional, peserta diajak membangun kebiasaan sederhana, seperti menetapkan satu hari tetap setiap pekan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah, memasang pengingat pada telepon genggam, serta mencatat jadwal konsumsi agar kepatuhan tetap terjaga.

Harapan kami, melalui program TTD SMART ini para siswi tidak hanya mengetahui manfaat Tablet Tambah Darah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengonsumsinya secara rutin sesuai anjuran. Dengan begitu, risiko anemia dapat ditekan sehingga mereka dapat belajar, beraktivitas, dan mempersiapkan masa depan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik,” tambahnya.

Melalui program TTD SMART (Sehat, Minum, Aman, Rasional, Tepat), Qur A’yuniah Raoda Hamka menunjukkan komitmennya sebagai mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait penggunaan obat yang benar dan rasional.

Edukasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebiasaan hidup sehat di kalangan remaja putri sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka anemia pada remaja sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap