Melisa Devinia Romeda
PAREPARE — Penggunaan gawai pada anak kini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di tengah semakin dekatnya anak dengan perangkat digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko Mallusetasi menghadirkan pendekatan edukatif yang tidak sekadar mengingatkan orang tua untuk membatasi penggunaan gawai.
Melalui program “POJOK TANGKAS: Pojok Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Sehat”, mahasiswa KKN Unhas menggelar psikoedukasi bertajuk “Screen Time Sehat: Panduan Orang Tua Mendampingi Anak di Era Digital”, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 12 ibu balita. Para peserta diajak memahami bahwa pengelolaan screen time bukan semata-mata soal melarang anak menggunakan gawai, melainkan bagaimana orang tua membangun kebiasaan digital yang lebih sehat melalui pendampingan dan aktivitas pengganti yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Materi yang diberikan mencakup strategi membatasi screen time secara bertahap, cara orang tua mendampingi anak ketika menggunakan gawai, hingga pengenalan sensory play sebagai alternatif kegiatan bermain. Menariknya, aktivitas tersebut dapat dilakukan menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah.
Pendekatan ini membuat edukasi tidak berhenti pada teori. Orang tua diarahkan untuk memiliki pilihan aktivitas nyata ketika anak mulai terlalu bergantung pada layar.
Tinggalkan Media, Bukan Sekadar Materi
Mahasiswa KKN Unhas juga menyiapkan keberlanjutan program dengan menyebarluaskan modul digital mengenai pendampingan screen time dan aktivitas sensory play bagi ibu balita serta kader posyandu.
Informasi tersebut dikemas melalui poster edukasi yang ditempatkan di tiga posyandu di Kelurahan Mallusetasi. Dengan cara itu, materi yang telah diberikan selama kegiatan tetap dapat diakses masyarakat meskipun program KKN telah selesai.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan kegiatan dalam satu hari. Mahasiswa berupaya meninggalkan pengetahuan dan media yang dapat terus digunakan masyarakat.
Komitmen itu diperkuat dengan penyerahan media sensory play “POJOK TANGKAS” kepada Posyandu Nurul Huda II. Media tersebut diserahkan untuk digunakan secara menetap sebagai sarana bermain alternatif bagi anak ketika berada di lingkungan posyandu.
Melalui media tersebut, anak tidak hanya menunggu orang tua selama berada di posyandu, tetapi memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, mengenal berbagai rangsangan sensorik, sekaligus membangun interaksi melalui kegiatan bermain.
Program yang digagas mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Posko Mallusetasi itu pada akhirnya membawa pesan sederhana: mengurangi ketergantungan anak terhadap layar tidak cukup hanya dengan mengatakan “jangan main HP”.
Orang tua juga perlu memiliki pengetahuan, pendampingan, serta alternatif aktivitas yang menarik bagi anak.
Karena itu, “Screen Time Sehat” dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman ibu balita, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dan menyediakan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KKN Unhas, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat dapat diwujudkan melalui program yang sederhana, dekat dengan persoalan sehari-hari, namun memiliki manfaat yang dapat terus dirasakan setelah mahasiswa kembali ke kampus.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Parepare Hari Ini .
