Gilang Pratama
Makassar, katasulsel.com – Sejarah sebuah kota tidak selalu harus dipelajari melalui ruang kelas, buku pelajaran, atau museum. Sejarah juga dapat dipahami dengan cara yang lebih dekat dan nyata, yakni berjalan kaki menyusuri ruang-ruang yang menjadi saksi perjalanan kota dari masa ke masa.
Pendekatan inilah yang dihadirkan dalam kegiatan Makassar Bercerita: Tumbuh dari Kota Pesisir, Berubah, serta Bertahan, melalui metode walking tour di kawasan Kota Tua Makassar.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 8, 9, dan 15 Agustus 2026. Program tersebut memperoleh dukungan hibah melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berupaya memperkenalkan sejarah dan perkembangan Kota Makassar dengan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat, partisipatif, dan kontekstual bagi masyarakat.
Belajar Sejarah dengan Berjalan
Dalam kegiatan Makassar Bercerita, peserta tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga menjadi bagian dari proses memahami bagaimana sebuah kota tumbuh dan berkembang.
Melalui konsep walking tour, peserta diajak menyusuri kawasan Kota Tua Makassar sambil mengamati langsung bangunan bersejarah, jalan-jalan lama, kawasan permukiman, hingga aktivitas masyarakat yang membentuk karakter kota. Pendekatan ini memberikan pengalaman yang berbeda karena sejarah tidak lagi dipahami sekadar sebagai kumpulan tanggal dan peristiwa, melainkan sebagai bagian dari ruang hidup yang setiap hari dilalui masyarakat.
Ketua Pelaksana Makassar Bercerita, Gilang Pratama, menjelaskan bahwa pemilihan konsep walking tour didasarkan pada keinginan untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih dekat dan mudah dirasakan oleh publik.
“Kami ingin peserta tidak hanya mendengar bahwa suatu tempat memiliki sejarah, tetapi mereka bisa berdiri langsung di lokasi tersebut, melihat ruangnya, mengamati perubahan yang terjadi, dan memahami mengapa tempat itu menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Makassar. Dengan berjalan, sejarah menjadi sesuatu yang bisa dialami, bukan hanya diceritakan,” ujar Gilang.
Menghidupkan Kembali Cerita Kota
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kawasan Kota Tua Makassar dapat menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Setiap jalan, bangunan, kampung, dan sudut kota menyimpan kisah yang membantu menjelaskan bagaimana Makassar tumbuh sebagai kota pesisir, mengalami berbagai perubahan, dan tetap bertahan hingga hari ini.
Melalui dukungan Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Makassar Bercerita: Tumbuh dari Kota Pesisir, Berubah, serta Bertahan berupaya membuka cara baru dalam mengenalkan sejarah kota kepada masyarakat.
Sejarah tidak hanya dipelajari dengan membaca atau mendengar cerita, tetapi juga dengan berjalan, berdiskusi, serta mengunjungi langsung ruang dan bangunan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Makassar. Dengan cara tersebut, sejarah hadir lebih dekat, lebih hidup, dan lebih mudah dipahami oleh generasi masa kini. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
