Keterangan itu diperkuat dengan temuan polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara.

Di lokasi ditemukan sejumlah wadah yang diduga digunakan untuk meracik minuman tersebut. Polisi juga menemukan kemasan minuman energi Kratingdaeng juga yang diduga menjadi salah satu campuran dalam racikan tersebut.

Fakta baru ini sekaligus menjawab sebagian pertanyaan masyarakat yang selama beberapa hari terakhir berkembang di berbagai ruang publik.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari aktivitas mengonsumsi minuman racikan yang dibuat sendiri sebelum para korban mengalami kondisi kritis.

Namun, apakah racikan tersebut menjadi penyebab langsung kematian atau terdapat faktor lain yang turut memengaruhi, masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis.

Yang pasti, peristiwa yang bermula dari sebuah pesta minuman racikan pada Senin siang itu berakhir tragis.

Dua pekerja asal Makassar kehilangan nyawa.

Sementara sejumlah orang yang berada bersama mereka kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang masih terus berjalan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa mengonsumsi minuman oplosan, terlebih yang mengandung alkohol berkadar tinggi, memiliki risiko yang sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa.(*)