Jakarta, Katasulsel.com — Belakangan ini beredar sejumlah konten di media sosial yang mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin sedang menasihati, menceramahi, bahkan memberikan “pelajaran keras” kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Narasi tersebut ramai dibagikan dengan berbagai judul sensasional yang mengundang perhatian publik.

Namun, hasil penelusuran sejumlah lembaga pemeriksa fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar alias hoaks. Narasi itu sengaja dibangun melalui potongan video dan judul yang menyesatkan demi menarik penonton atau klik (clickbait).

Fakta yang terjadi justru berkebalikan.

Dalam sesi pleno Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026, Vladimir Putin secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis Indonesia di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan peserta forum internasional.

Putin Soroti Besarnya Pengaruh Indonesia

Dalam forum tersebut, Putin menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Menurut Presiden Rusia itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk yang mendekati 300 juta jiwa.

Karena itulah, kata Putin, berbagai kebijakan internasional pada akhirnya harus mempertimbangkan posisi Indonesia. Pengaruh Indonesia dinilai semakin penting dalam berbagai isu global, mulai dari ekonomi hingga geopolitik.

Pernyataan tersebut bukanlah bentuk teguran kepada Prabowo.

Sebaliknya, banyak pihak menilai itu sebagai pengakuan terbuka terhadap meningkatnya posisi Indonesia dalam percaturan internasional.

Indonesia Jadi Sorotan Forum Dunia

Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan dalam Forum Ekonomi Timur juga menjadi perhatian tersendiri.

Forum tersebut merupakan salah satu agenda internasional penting yang mempertemukan kepala negara, investor, pelaku usaha dan pengambil kebijakan dari berbagai negara.

Di panggung itulah Putin secara khusus menyoroti Indonesia sebagai negara yang memiliki bobot strategis dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Waspadai Judul Menyesatkan

Fenomena munculnya narasi “Putin mengajari Prabowo” menunjukkan bagaimana informasi di media sosial sering kali dipelintir melalui judul provokatif.

Padahal isi pernyataan yang sebenarnya tidak selalu sesuai dengan narasi yang dibangun.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.

Sebab dalam kasus ini, fakta menunjukkan bahwa Vladimir Putin tidak sedang menceramahi Presiden Prabowo Subianto.

Yang terjadi justru Presiden Rusia tersebut memberikan pengakuan terbuka mengenai besarnya pengaruh Indonesia di panggung dunia dan pentingnya posisi Indonesia dalam berbagai kebijakan global.