Gowa, Katasulsel.com — Pernikahan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian setelah nominal uang panaik yang disebut diberikan pihak calon mempelai pria membuat publik tercengang.
Bukan puluhan atau ratusan juta rupiah.
Nilainya disebut mencapai Rp1 miliar 1 juta.
Nominal fantastis itu membuat kabar lamaran tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam tradisi masyarakat Bugis-Makassar, uang panaik merupakan bagian penting dalam prosesi menuju pernikahan. Besarannya biasanya menjadi salah satu bentuk kesanggupan dan keseriusan pihak calon mempelai pria kepada keluarga calon istrinya.
Namun, angka yang mencapai lebih dari Rp1 miliar tentu bukan nominal biasa.
Kabar mengenai lamaran tersebut beredar dengan menyebut lokasi di Kabupaten Gowa. Hingga kini, alamat pasti kediaman kedua calon mempelai maupun lokasi lengkap prosesi lamaran belum diketahui secara pasti.
Begitu pula identitas lengkap pasangan tersebut belum banyak terungkap dalam informasi yang beredar.
Yang menjadi sorotan justru angka uang panaiknya.
Jika benar mencapai Rp1 miliar 1 juta, nominal tersebut menempatkannya sebagai salah satu uang panaik dengan nilai fantastis yang mencuri perhatian publik Sulawesi Selatan.
Fenomena uang panaik dengan nominal besar sebelumnya juga beberapa kali menjadi perbincangan di media sosial. Besaran uang panaik memang kerap menjadi bagian menarik dalam prosesi pernikahan Bugis-Makassar, meski setiap keluarga memiliki kesepakatan dan pertimbangan masing-masing.
Di balik angka fantastis tersebut, uang panaik sejatinya bukan sekadar soal nominal.
Ada unsur penghormatan kepada keluarga calon mempelai perempuan, keseriusan calon suami, sekaligus bagian dari tradisi yang masih hidup dalam masyarakat Bugis-Makassar.
Karena itu, kabar lamaran dengan uang panaik Rp1 miliar 1 juta ini pun mengundang rasa penasaran publik.
Siapa pasangan tersebut?
Di mana tepatnya prosesi lamaran berlangsung?
Dan apa saja hantaran lain yang diberikan selain uang panaik?
Hingga berita ini ditulis, sejumlah detail tersebut masih belum terungkap secara pasti. (*)
