Sidrap, katasulsel.com — Audisi D’Academy 8 Indosiar di Sidrap bukan cuma soal suara emas dan cengkok memikat. Di balik antrean panjang dan wajah-wajah tegang, ada satu sosok yang justru mencuri perhatian tanpa harus naik panggung.

Namanya: Ondong Adi.

TikToker lokal ini datang bukan sebagai peserta. Tapi kehadirannya justru terasa seperti “bintang tamu tak resmi” di tengah ribuan calon penyanyi dangdut yang sedang berburu mimpi.

Di dalam Aula Kantor Bupati Sidrap, suasana sebenarnya tidak main-main.

Ini bukan sekadar audisi biasa.

Ini medan seleksi ketat.

Peserta harus melewati “meja uji” vokal lebih dulu—fase paling menegangkan. Banyak yang langsung gugur. Pulang sebelum sempat melihat juri, apalagi tampil di depan Selfi Yamma.

Di titik itu, tekanan terasa nyata.

Ada yang latihan lirih di sudut ruangan. Ada yang menunduk, menghafal lirik. Ada pula yang hanya diam, menenangkan diri.

Lalu datang Ondong Adi.

Dengan baju muslim dan sorban khasnya, ia melangkah santai di tengah keramaian.

Gaya bicaranya yang unik langsung memancing perhatian.

Bercanda dengan panitia. Menyapa peserta. Melempar komentar ringan yang spontan tapi mengena.

Tawa pun pecah.

Bukan sekali. Berkali-kali.

Sejenak, suasana yang tadinya tegang berubah cair.

Yang menarik, Ondong Adi tidak dibuat-buat.

Tidak ada skrip.

Tidak ada panggung khusus.

Namun justru itu yang membuatnya terasa dekat.

Ia seperti “wakil” dari sisi lain audisi—bahwa di balik ambisi dan tekanan, tetap ada ruang untuk tersenyum.

Di luar aula, suasana tak kalah ramai.

Orang tua, teman, hingga warga sekitar memadati area. Semua ingin jadi saksi.

Ada yang datang mengantar mimpi.

Ada yang datang sekadar melihat.

Dan ada juga yang datang… tanpa rencana, tapi pulang membawa cerita.

Seperti Ondong Adi.

Audisi DA8 di Sidrap memang tentang mencari bintang baru.

Tapi hari itu, publik juga melihat satu hal lain:

Bahwa panggung tidak selalu milik mereka yang bernyanyi.

Kadang, yang membuat orang paling ingat…

justru mereka yang membuat orang tertawa. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita